5 April 2018

Hari Ini, Mentawai Diguncang Gempa Bumi 4 SR Sebanyak 8 Kali

Hari Ini, Mentawai Diguncang Gempa Bumi 4 SR Sebanyak 8 Kali

www.gelora.co -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat sejak dini hari hingga menjelang Kamis (5/4) siang terjadi 10 kali guncangan gempa di Sumatera Barat. Masing-masing wilayah yang diguncang gempa di antaranya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat.

Adapun guncangan yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai bahkan berkekuatan rata-rata 4 skala richter. Data yang diperoleh BMKG Padang Panjang, gempa pertama kali terjadi pukul 00.16 WIB pada 101 KM Tenggara Mentawai dengan kedalaman 27 KM.

Kedua terjadi pukul 01.37 WIB, berkekuatan 4,5 SR pada 101 KM Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 33 Km. Selanjutnya pukul 01.48 WIB, gempa berkekuatan 3,3 SR kembali terjadi di Mentawai pada 106 Km Tenggara Mentawai di kedalaman 36 Km.

Gempa ke empat kalinya dengan kekuatan 3,6 SR pada 101 Km Tenggara Mentawai dengan kedalaman 53 Km terjadi pukul 05.13 WIB. Kemudian, pukul 06.19 WIB terjadi gempa berkekuatan 3,0 SR pada 102 Km Tenggara dengan kedalaman 8 Km.

Berikutnya, pukul 06.36 WIB terjadi gempa berkekuatan 2,8 SR pada 105 Km Tenggara Mentawai di kedalaman 46 Km. Gempa ketujuh terjadi pukul 06.46 WIB pada 105 Km Tenggara Mentawai dengan kedalaman 42 Km dengan kekuatan 4,8 SR.

Lalu, gempa kedelapan kalinya terjadi pukul 10.10 WIB dengan kekuatan 2,9 SR pada 103 Km Tenggara Mentawai di kedalaman 20 Km.

"Dari laporan masyarakat setempat, gempa di Mentawai itu dirasakan di Tua Pejat dan Siberut," terang Kepala BMKG Padang Panjang, Rahmat Triyono, Kamis (5/4).

Sementara untuk di Kabupaten Pesisir Selatan, Rahmat Triyono menambahkan, terjadi pukul 00.46 WIB berkekuatan 2,7 SR pada 89 Km Barat Daya Pesisir Selatan. Untuk di Pasaman Barat pukul 08.31 WIB berkekuatan 3,4 SR gempa darat di 38 Km Timur Laut Pasaman Barat pada kedalaman 120 Km.

"Dari analisis gempa bumi ini disebabkan aktivitas subduksi lempeng di samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai. Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera hingga ke Selatan Nusa Tenggara," ulasnya.

Pada sistem subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan 50-60 mm/tahun.

Dari catatan sejarah, kegempaan yang berdekatan dengan lokasi tersebut adalah gempa bumi yang terjadi pada tanggal 25 Februari 2008 dengan kekuatan 7.0 SR, dan dirasakan di Mentawai dan Painan Pesisir Selatan, dan Padang yang mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan di Sikakap, Kepulauan Mentawai.

"Kita meminta agar masyarakat Mentawai untuk tetap tenang. Sebab, dari analisis BMKG, sampai hari ini, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami" ujarnya. (ma)

under construction
loading...