30 Maret 2018

Penghulu se-Indonesia Tuntut Arteria Dicopot karena Makian 'Bangsat'

Penghulu se-Indonesia Tuntut Arteria Dicopot karena Makian 'Bangsat'


www.gelora.co - Anggota DPR Arteria Dahlan memaki Kementerian Agama (Kemenag) dengan kata-kata bangsat. Belakangan, Arteria meminta maaf. Tapi penghulu di seluruh Indonesia tidak terima.

"Meminta kepada Majelis Kehormatan DPR RI untuk memberikan teguran keras dan memberikan sangsi dengan menonaktifkan saudara Arteria Dahlan dari keanggotaan DPR RI," kata Pengurus Pusat Asosiasi Penghulu Republik Indenesia (PP APRI) yang diwakili Sekjennya, Madari dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (30/3/2018).

APRI Pusat sebagai organisasi tempat berkumpul para Penghulu Indonesia juga menyatakan keberatan dan tersinggung atas ucapan Arteria. Ungkapan kasar Arteria tidak mencerminkan sikap, perilaku dan tutur kata sebagai anggota DPR RI yang seharusnya menjadi teladan masyarakat.

"Meminta Saudara Arteria Dahlan untuk menyampaikan secara terbuka di muka umum permintaan maaf kepada jajaran Kementerian Agama dan semua lembaga binaan Kementerian Agama di seluruh tanah air dan tidak mengulang kejadian yang sama di kemudian hari," tuntut APRI.

Yang terakhir, APRI mengajak warga Jawa Timur tidak memilih lagi Arteria pada pileg 2019-2024 nanti.

"Mendorong kepada masyarakat Dapil 6 Jawa Timur, dan khususnya para Anggota APRI di mana pun berada, pengasuh-pengasuh pondok pesantren, para kyai, seluruh guru-guru dan ustadz-ustadz, pengelola madrasah, pimpinan majlis ta'lim dan jamaah, untuk tidak memilih kembali saudara Arteria Dahlan dalam pemilihan legislatif yang akan datang," pungkasnya.

Sebelumnya, Arteria akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Ia membeberkan sejumlah alasan mengapa makian itu terlontar dari mulutnya.

"Kalau ada ketersinggungan, mohon maaf. Kalau saya menyinggung Pak Menteri (Menag Lukman Hakim Saifuddin) dan teman-teman Kemenag. Semua mengatakan diksi ya, diksi kata 'bangsat'-nya beririsan ada yang tersinggung, saya katakan, saya mohon maaf," imbuhnya. [detik]

under construction
loading...