2 Maret 2018

Menagih Janji Antikorupsi Jokowi, TGPF Kasus Novel Perlu Dibentuk

Menagih Janji Antikorupsi Jokowi, TGPF Kasus Novel Perlu Dibentuk


www.gelora.co - Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan belum juga terungkap. Presiden Joko Widodo didesak membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus ini.

Sahabat Novel yang juga Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kembali menyinggung penanganan penyiraman air keras terhadap Novel. Ia meminta Jokowi membentuk TGPF agar bisa membantu kepolisian mengungkap kasus teror tersebut dengan cepat.

"Ini bukan (hanya) penyerangan terhadap Novel, (tapi juga) penyerangan terhadap agenda pemberantasan korupsi, penyerangan terhadap Anda-Anda, terhadap saya, terhadap negeri ini. Maka, penting TGPF itu. Kenapa penting? Karena polisi selama 10 bulan ini tidak menunjukkan perkembangan penyidikan yang positif," kata Dahnil di kantor PP Pemuda Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Permintaa pembentukan TGPF Novel juga disuarakan Ketua KPK Agus Rahardjo. Menurut Agus, TGPF dibutuhkan untuk membantu polisi.

"Kalau keinginan bahwa kasus ini harus tuntas, itu (TGPF) sangat penting," ujar Agus dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (28/2).

Soal pembentukan tim gabungan pencari fakta, Novel pun menginginkan hal itu dibentuk. Menurut Novel, pembentukan tim pencari fakta adalah wujud dari seriusnya pemerintah dan polisi untuk mengungkap kasus ini.

"Tapi, kalau kita abaikan (kasus ini), ya tidak usah (dibentuk tim pencari fakta). Kalau penting, ya Pak Presiden harusnya bentuk," kata Novel.

Jokowi juga sudah menanggapi terkait perkembangan kasus Novel. Ia terus meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjelaskan perkembangan kasus ini.

"Ya ini saya akan terus kejar di Kapolri, di Polri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya. Sampai saat ini akan kita kejar terus, akan kita kejar terus Polri. Dan Polri juga sudah saya sampaikan, kalau Polri sudah gini (angkat tangan) baru kita mulai step yang lain," ucap Jokowi, Selasa (20/2). [dtk]

under reconstruction