25 Maret 2018

Koalisi 212 Bakal Mampu Kalahkan Jokowi dan Jaringan Kekuasaannya

Koalisi 212 Bakal Mampu Kalahkan Jokowi dan Jaringan Kekuasaannya

Yudi Syamhudi

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti*

Imbauan Habib Rizieq Syihab agar Gerindra, PKS, PAN, PBB berkoalisi dalam Pilpres 2019 patut didukung penuh.

Pernyataan tersebut bukan hanya dorongan agar terjadi konsolidasi kekuasaan (consolidation of power), akan tetapi merupakan solusi politik umat dan rakyat dalam usaha take over Negara dari kekuasaan konglomerat.

Kita harus sadar bahwa percaturan politik Indonesia saat ini mengarah pada pertarungan antara Rakyat melawan Konglomerat Taipan untuk memperebutkan Negara.

Dan Rakyat akan mudah menang melawan Konglomerat Taipan dengan menempatkan Kekuatan Umat Islam (yang juga merupakan kekuatan Rakyat) berada di front line atau garis depan pertarungan.

Pertarungan politik disini membutuhkan partai politik, dukungan massa, uang, jaringan media dan struktur pemenangan.

Bagi kelompok Konglomerat Taipan beberapa kekuatan tersebut sudah mereka kuasai. Termasuk Bakal Calon Presidennya, yaitu Jokowidodo yang saat ini masih menjabat sebagai Presiden.

Sedangkan bagi Rakyat, Umat Islam yang terhimpun dalam Aksi Bela Islam 212 menjadi Kekuatan yang mampu mematerialkan massa riil, uang beserta struktur pemenangan di setiap TPS seluruh Indonesia. Penguasaan media sosial juga menjadi kekuatan 212.

Tinggal 4 (empat) parpol yang disebut Habib Rizieq bergerak membangun koalisi. Jika koalisi ini terbangun, maka koalisi ABI 212 dengan Parpol-Parpol tersebut akan menjadi Koalisi 212. Koalisi 212 adalah gabungan Parpol beserta Umat ABI 212.

Dengan koalisi ini Jokowi akan mudah dikalahkan. Dan tentu Rakyat akan memiliki kembali Negara Indonesia. Dan Konglomerat Taipan tidak lagi mengendalikan Negara.

Soal modal uang, bagi Koalisi 212 hal tersebut adalah persoalan kecil. Karena dana umat jika dihimpun mampu terkumpul puluhan triliun dalam sekejap. Sangat mudah untuk melakukan aksi “buy back Indonesia.”

Mengenai siapa Capres dan Cawapresnya itu soal yang bisa diselesaikan lewat musyawarah. Siapapun yang diputuskan harus kita dukung. [swa]

*Penulis adalah Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI)

under construction
loading...