30 Maret 2018

Jokowi Rangkul Massa Islam 212, Ini Cawapres yang Bisa Diincar, Jenderal atau Sipil?

Jokowi Rangkul Massa Islam 212, Ini Cawapres yang Bisa Diincar, Jenderal atau Sipil?


www.gelora.co - Peluang Jokowi untuk memuluskan kembali dua periode kekuasaan bisa dilihat dari siapa cawapres pendampingnya.

Dinamika politik yang belakangan kuat dan panas terbelah dalam dua poros membuat Jokowi harus benar-benar mencari figur yang bisa menjangkau lebih luas kalangan.

Baik kalangan yang selama ini pro maupun kontra Jokowi.

Gelombang Aksi Bela Islam 212 yang sudah sangat sentimen dengan kekuasaan Jokowi disinyalir bisa menjadi hambatan Jokowi memuluskan dua periode kekuasaannya.

Siapa sosok yang bisa dirangkul Jokowi yang bisa menjangkau kalangan lebih luas sekaligus punya elektabilitas mumpuni?

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dinilai punya potensi paling memungkinkan.

Posisi Gatot yang selama ini dianggap paling mewakili kubu kontra Jokowi terutama pasca Aksi Bela Islam 212 pantas menjadi alternatif cawapres di luar parpol.

“Gatot yang mumpuni dalam kepemimpinannya di TNI ditambah Jokowi yang mampu menjadi figur sebagai pemimpin rakyat, menjadi perpaduan yang saling melengkapi,” ujar CEO Kopi Politi Inc, Todotua Pasaribu melalui pesan eletronik, Jumat (30/3/2018) seperti dilansir Rmol.co.

Ditambah lagi kombinasi sipil-militer dinilai punya porsi kekuatan yang signifikan mengendalikan kekuasaan yang kuat.

Belum lagi Gatot memang memiliki penilaian tersendiri bagi Jokowi ketika ia dipilih menjadi Panglima TNI meski ketika itu adalah jatah dari Angkatan Udara. Tentunya chemistry keduanya akan mudah dibangun.

“Solusi yang paling tepat bagi Pilpres 2019 dan jalan Jokowi untuk dua periode. Maka partai-partai politik agar membuka ruang kesempatan bagi Gatot Nurmantyo sebagai salah satu pilihan terbaik,” ujar Todo.

Namun, jika Gatot diperkenankan masuk ke dalam lingkaran Jokowi terutama oleh partai koalisi, maka satu peluang lagi cawapres yang bisa mengganti peran Gatot adalah Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

TGB dinilai punya kesan tersendiri di lubuk hati umat Islam. Kapasitasnya sebagai pemimpin daerah muda dan muslim di daerah timur punya peluang bagi Jokowi untuk meraih lebih banyak suara.

Bahkan Hari ini poster meme Jokowi-TGB sudah mulai beredar di media sosial.

Dalam poster yang sudah viral, petahana Joko Widodo dengan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (JKW-TGB) disebut sebagai pasangan yang lahir dari akar rumput.

Tidak diketahui siapa yang memproduksi dan menyebarkan poster meme Jokowi-TGB. Termasuk, apakah ini produk buzzer “peliharaan” TGB, tidak ada yang bisa memastikan.

Manuver TBG dan pendukungnya belakangan memang semakin menguatkan dorongan agar TBG angkat kaki dari Partai Demokrat.

Sebelumnya, TGB diduga keras menggunakan atau setidaknya memelihara dan membiarkan buzzer jahat untuk menyerang dan memecah belah internal Demokrat.

Di media sosial, gerakan buzzer jahat TGB cukup agresif. Tidak sedikit yang membandingkan-bandingkan TGB dengan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY).

Dengan memiliki jaringan buzzer jahat di dunia maya, dan ditambah sekarang ada dorongan menduetkan Jokowi-TGB, ini membuktikan bahwa TGB lebih tepat keluar Demokrat.

TGB lebih dibutuhkan Jokowi ketimbang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). [psid]

under construction
loading...