10 Maret 2018

Fahri Hamzah: Pak Sohibul yang Terhomat, Saya tak Dibesarkan oleh Ibu Kejam Seperti Cerita Bapak

Fahri Hamzah: Pak Sohibul yang Terhomat, Saya tak Dibesarkan oleh Ibu Kejam Seperti Cerita Bapak

www.gelora.co - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah turut mengomentari postingan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pantauan TribunWow.com, melalui akun Twitter @msi_sohibuliman yang diunggah pada Sabtu (10/3/2018), presiden PKS itu mengunggah cerita soal ibu dan anak.

Tak hanya itu, diakhir cerita, Sohibul Iman menyebut jika anaknya telah berbohong dan membangkang sehingga membuat ibunya sedih.

"Ibu: Nak, tolong ke rumah paman

Anak: Iya bu, siap

Ibu: Ibu bangga dgmu

Anak: Trm ksh bu. Tp bolehkah minta waktu 1 jam? Ini blm selesai bu

Ibu: Oh tentu

1 jam berlalu, dg berbagai alasan si anak tdk mau pergi. Anak ini telah BOHONG n MEMBANGKANG. Ibunya jd sedih. #KembaraJiwa," tulis Sohibul Iman.

Mengetahui postingan Sohibul Iman, Fahri Hamzah angkat bicara.

Fahri mengaku jika dirinya tidak dibesarkan oleh seorang ibu yang kejam seperti dalam cerita Sohibul Iman.

Ia juga menyatakan jika partai berbeda dengan rumah tangga.

Lantaran partai tunduk kepada hukum publik.

@Fahrihamzah: Pak SOHIBUL yth,
Saya tidak dibesarkan oleh ibu yang kejam seperti ibu dalam cerita bapak.

Partai bukan rumah tangga, ia adalah perantara menuju negara dan jabatan wakil ketua dpr buka jabatan dalam partai yg bisa diatur menurut kehendak privat.

Dia tunduk pada hukum publik.

Diketahui, Sohibul Iman dalam sebuah acara TV Swasta mengatakan jika Fahri Hamzah berbohong dan membangkang kepada PKS.

Pernyataan tersebut kemudian berujung pada pelaporan Fahri Hamzah atas Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya.

Tak hanya menceritakan cerita ibu dan anak, Sohibul Iman juga mengunggah beberapa cuitan terkait anak itu, seperti berikut ini.

@msi_sohibuliman: Mungkin ada org yg bisa n terbiasa dustakan Allah.

Mungkin jg ada yg tega n terbiasa bohongi manusia.

Populer! Lihat Jawaban Fahri Hamzah, Tifatul Sembiring: Ck Ck Ck Antum Mulai Berkelit Lagi Nih

Tp rasanya sulit bayangkan ada org yg bisa n terbiasa dustakan suara hati nuraninya.

Kalau yg terakhir ini ada, dimana letak nuraninya? Atau tertutup o/ keangkuhan? #KembaraJiwa


"Ibu: Nak, knp tdk jd ke rumah paman?

Anak: Td sy istikharah, hati sy tdk mantap.

Ibu: Tp td kamu sdh mantap, knp berubah?

Rupanya selama 1 jam si anak main game OL dg temen2nya.

Temen2nya bilang rugi kalau keluar dr permainan.

Anak ini jd berani melawan ibunya. #KembaraJiwa

I: Nak, ibu sedih. Bukan krn perintah ibu tdk kau laksanakan tp sedih krn kau beani durhaka

A: Saya tdk merasa durhaka, krn sy melihat perintah ibu tdk masuk akal. Ini hanya perasaan ibu pribadi

I: Terserah kamu nak, smg Allah berimu hidayah n kembali jd anak baik. #KembaraJiwa

Saudara2 (S) dr anak td (A) ikut sedih. Mrk coba ikut nasihati.

S: Wahai A, apa ibu nyuruh kamu maksiat hingga kamu tdk mau menurutinya?

A: Tdk, tp ibu gak masuk akal

S: Apakah krn kamu anggap ibu tdk masuk akal lalu durhaka pd ibu jd benar? Akalmu blm tentu benar. #KembaraJiwa

Sekeluarga marah atas ulah A.

Semua ingin A dihukum.

Tp ibu menahannya.

Ibu ttp ingin A sadar.

Lalu ibunya menemui org2 yg dihormati oleh A agar nasihati A tuk akui kesalahan n minta maaf, dg harapan A tdk dihukum.

Tp A tetap merasa benar.

Maka jatuhlah hukuman #KembaraJiwa

Stlh dihukum pun A tetap merasa benar n tuduh ibunya otoriter.

Saudara2nya pun dianggap bersekongkol tuk hukum dia.

Makin hari kicauan A makin gak masuk akal.

Menuduh ibunya diintervensi org luar.

Dia lupa justru dirinya dipengaruhi teman2 main game OLnya. Entahlah #KembaraJiwa. (tn)

under reconstruction