22 Maret 2018

Fahri Hamzah: Katanya Revolusi Mental, Tapi Yang Dibangun Beton

Fahri Hamzah: Katanya Revolusi Mental, Tapi Yang Dibangun Beton

Fahri Hamzah

www.gelora.co - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menegaskan pemimpin yang tangguh harus siap menghadapi segala bentuk cobaan, bukan malah sembunyi di balik pencitraan.

Hal itu ditegaskannya dalam acara ‘Ngopi Bareng Fahri Jilid ke-8" di i Yellow Truck Coffee, Bogor, Rabu malam (21/3). Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga hadir di acara tersebut.

Di hadapan ratusan netizen yang hadir, Fahri Hamzah selaku tuan rumah menjelaskan bahwa ide untuk ngopi sambil diskusi ini tercetus secara spontan dan tanpa adanya desain.

"Ini salah satu cara untuk menikmati nafas zaman yang baru, di mana saling tukar pikiran untuk kemajuan bangsa dengan melibatkan media sosial," ujar Fahri mengawali diskusi. 

Dirinya juga Fadli Zon termasuk orang yang aktif dalam bersosial media dan generasi yang gemar berdiskusi untuk bertukar pikiran serta tidak takut berbeda pendapat. "Tapi kalau berbeda pendapatan, ya itu rezekinya dari Allah," seloroh Fahri yang sontak disambut gelak tawa hadirin.

Pimpinan DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat ini juga mengemukakan bahwa dirinya mengundang haters. 

"Saya mengundang haters yang mungkin hanya melihat saya di media sosial, gemas dengan tulisan saya, saya ingin mereka hadir dan menghujamkan pertanyaan yang keras kepada saya dan saya terbuka untuk (menjawab) itu," terangnya.

Ia menyadari banyak pula netizen yang tidak menyukainya. Namun hal ini dinilainya sangat wajar. Karena baginya seorang pemimpin harus diuji agar menjadi tangguh. 

"Pemimpin itu harus otentik, ia harus punya pikiran. Jangan anda memimpin bangsa yang begitu besar, tapi pada setiap pagi bangsa anda bangun dan tidak melihat pikiran apa yang anda keluarkan pada hari itu," tutur politisi dapil NTB itu.

Fahri mengingatkan bahwa Indonesia lahir dari narasi, pidato-pidato ber-nash (lafadz yang petunjuknya tegas untuk makna yang dimaksudkan) para pemimpinnya yang menjadi magnet mempersatukan ribuan pulau dan beratus-ratus suku. 

"Karena itu, kita tidak bisa menerima pemimpin yang tidak punya tradisi orasi, dan bahkan mengecam orasi sebagai tindakan yang hanya omong doang. Ya seperti sekarang ini, katanya revolusi mental, tapi yang dibangun beton. Jalan pikiran tidak ia bangun, sehingga kita satu sama lain saling meragukan ideologi, politiknya terpecah belah, ekonominya kacau balau. Dan yang lebih mirisnya lagi, kita diminta untuk memuja-muja utang, seolah olah utang itu bagus, di mana-mana ya utang itu jelek," tegas Fahri yang saat ini mulai merintis usaha 'Kopi Revolusi'.

Acara ini juga diramaikan permainan yang melibatkan 2F (Fahri-Fadli) untuk melihat kekompakan satu sama lain dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan netizen. Selain itu juga ada stand up comedy.[rmol]

under construction
loading...