logo

7 Februari 2018

Yasonna soal Pasal Zina di RKHUP: Negara Tak Boleh Masuk Ranah Privat

Yasonna soal Pasal Zina di RKHUP: Negara Tak Boleh Masuk Ranah Privat


www.gelora.co - DPR masih merumuskan sejumlah perluasan pasal pidana dalam Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Salah satu pasal yang diperluas adalah pidana bagi pelaku zina di luar nikah. Namun, perluasan tersebut dinilai telah melanggar hak pribadi seseorang.

Menanggapi hal tersebut, Menkumham Yasonna Laoly mengatakan pemerintah tidak boleh masuk terlalu jauh ke ranah privat.

"Saya kira kita jangan terlalu jauh masuk ke privat. Itu negara tidak boleh jauh masuk ke privat," kata Yasonna di Gedung BPHN, Jakarta, Rabu (7/2).

Yasonna mengatakan memang Indonesia memiliki kultur serta nilai agama yang harus dijaga dan diseimbangkan dengan baik. Meski demikian, ia takut apabila perluasan pasal pidana bagi pelaku zina di luar nikah tetap dilakukan, maka dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk main hakim sendiri.

"Jadi jangan sampai negara terlalu masuk ke wilayah privat terlalu dalam. Pada saat yang sama, norma-norma budaya dan keagamaan kita bisa jaga," ujarnya. Diketahui, sejumlah pasal dalam draf revisi UU KUHP menuai perdebatan, salah satunya pasal perzinahan. Anggota Panja Revisi UU KUHP Asrul Sani mengatakan, pasal perzinahan masih diperdebatkan soal siapa yang berhak untuk mengadukan pihak yang berzina.

Sebab dalam draf usulan pemerintah, pihak yang berhak mengadu adalah yang berkepentingan, yaitu suami dan istri.

“Karena ini merupakan delik aduan, siapa yang berhak mengadu. Karena misalnya di draf pemerintah itu disebutkan itu adalah yang berkepentingan. Nah ini dianggap membuka peluang terjadi persekusi karena yang berkepentingan ini kan enggak jelas,” kata Arsul di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

“Maka kami pertajam dengan tidak hanya sebatas suami atau istri, tapi kami pertajam dengan anak dan orang tua (pihak yang berkepentingan),” imbuhnya. [kmp]

Loading...
loading...