logo

6 Januari 2018

Usung Djarot di Pilgub Sumut, PDIP Gagal Lakukan Kaderisasi

Usung Djarot di Pilgub Sumut, PDIP Gagal Lakukan Kaderisasi


www.gelora.co - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai, pengusungan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Pilgub 2018 itu merupakan bentuk kegagalan partai politik besutan Megawati Soekarnoputri terhadap kader-kadernya.

"Salah satu tugas partai politik (parpol) dalam berdemokrasi adalah menyiapkan kader berkualitas yang mempunyai visi dan misi jauh ke depan serta mumpuni untuk maju menjadi wakil rakyat, pemimpin daerah maupun pemimpin bangsa," kata Pangi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Lanjut dia, partai politik itu memajukan calonnya dari daerah lain atau mengusung calon bukan kader partai sendiri, itu namanya partai politik tersebut gagal melakukan kaderisasi.

Menurut dosen ilmu politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu, sebenarnya hanya sedikit dari sekian banyak partai politik yang ada di Indonesia melakukan kaderisasi dengan baik.

“Sebagian besar partai politik di Indonesia tidak melakukan kaderisasi dengan baik. Jadi, ini merupakan cerita lama. Parpol tersebut kekeringan kader. Padahal, parpol itu tidak melakukan sebagaimana mestinya,” kata Pangi.

Pernyataan Pangi menanggapi keputusan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat sebagai calon untuk maju di Pilgub Sumatera Utara yang bakal digelar 27 Juni 2018 nanti.

Jadi, menurutnya, karena parpol gagal melakukan kaderisasi, tetapi tetap berusaha maju seperti dalam pemilihan kepala daerah, langkah tercepat adalah dengan cara mendatangkan kader dari daerah lain atau mengusung kader dari partai lain.

“Saya melihat, parpol di Indonesia itu seperti olahraga juga. Karena tidak mampu mencetak pemain, olahraga itu melakukan naturalisasi pemain. Seperti PSSI lah kalau di olahraga,” kata Pangi.

Pria kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat ini, parpol harus mampu mencetak kader partai menjadi pemimpin.

“Harusnya ada program yang jelas untuk itu. Pilkada atau pileg kan tidak datang begitu saja. Kan sudah ada programnya. Jadi, parpol harus menyiapkan kader dengan target tertentu,” ujarnya

Lagi, kata Pangi, banyak parpol di Indonesia yang melakukan jalan pintas. Soalnya, melakukan kaderisasi butuh waktu lama.

“Partai tidak mau repot dan lebih suka dengan cara jalan pintas yaitu outsourching figur atau tokoh eksternal karena tidak ada lagi kader yang populis yang dapatdijual kepada rakyat,” katanya.[tsc]

Loading...
loading...