logo

8 Januari 2018

Megawati Protes PDIP Disebut PKI: Kalau Mau Bertarung, Jangan Cengeng

Megawati Protes PDIP Disebut PKI: Kalau Mau Bertarung, Jangan Cengeng


www.gelora.co - Saat mengumumkan enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di enam wilayah, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung soal PDIP yang diisukan lekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Mega tak menampik isu tersebut kerap dikaitkan dengan ayahnya, Soekarno --presiden pertama Indonesia.

"Padahal sampai hari ini (Soekarno) telah diberi gelar NU. Sampai sekarang tidak pernah dicabut. Sekarang (isunya) turun lagi ke PDIP. Apa toh PKI itu? PKI itu bukan kayak nama, itu kan singkatan, Saya PDIP, 'Demokrasi'. Ideologi kami Pancasila. Jadi jangan sembarangan, saya sue (gugat) nanti," ujar Mega di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Mega menuturkan, isu tersebut jelas telah merusak, mencemarkan dan menghina nama partai. "Itu kan menghina. Pencemaran lho. Sampai saya bilang pak polisi 'kalau kayak gitu ditangkap dong'. Lalu ada yang bilang, 'itu harus ada yang ngadu dong bu'. 'Sini tak aduin', kan lagi disuruh diverikasi. Kok terus diviralkan," ujarnya.

Bahkan Megawati menyebut isu PKI ini sampai menyeret Presiden Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi diisukan kader PKI, salah satu alasannya karena berasal dari PDIP. "Seenaknya aja orang ngomong, Sampai Pak Jokowi, kasihan lho. 'Dek (Jokowi), kamu ini karena PDIP, Jokowi itu PKI, orang tuanya Chino'. Orang saya kenal sama ibunya, piye tho?" kata Mega.

Menanggapi hal itu, Mega menegaskan bahwa PKI sudah mati. Dia mengingatkan seluruh pihak yang menjadi lawan politiknya, untuk bertarung secara sehat.

"PKI bukan kita. PKI sudah enggak ada. Gimana sih? Saya juga pernah begitu. Kalau mau bertarung, bertarung lho, Jangan cengeng. Ini wartawan tulis lho ya," tuturnya.

Selain isu PKI, Mega juga berbagi kisah tentang pihak-pihak yang meragukan agamanya. Bahkan, sebelum menjadi presiden, Mega mengaku pernah dipanggil polisi hingga tiga kali soal isu PKI. Untuk itu, dia meminta segala hal yang dituduhkan kepadanya dan partai, harus dibuktikan jika isu tersebut memang benar adanya.

"Sampai ada yang bilang 'Bu Mega itu Islamnya enggak asli'. Saya tanya lho. 'Kalian yang jantan masa sih'. Saya sampai bilang, 'Kalau maun jelekkin orang ada buktinya," tuturnya. [kmp]

Loading...
loading...