logo

10 Desember 2017

Merah Putih Di Dada Abdul Somad

Merah Putih Di Dada Abdul Somad


Kamu cuma tahu nasionalisme sebatas mencium bendera merah putih
Aku tidak pernah melihat warna merah di hidung kananmu dan warna putih di hidung kirimu
Kamu tidak melihat warna merah putih di dada ustdaz Abdul Somad
Karena matamu tertutup oleh ego merasa paling pemilik merah putih

Buang sedikit egomu
Kamu akan melihat ada merah putih di dada Abdul Somad
Sejak lama bersemayam dalam dadanya
selagi kamu masih mencari warna

Aku beritahu salah satunya dari saksi Mahmud Ibnu Ja’far, sahabatnya
menjelajah belantara Taman Nasional Bukit Tigapuluh INHU Riau
Lengkap dengan bukti otentiknya
Kalau Mahmud tidak berkata, Abdul Somad diam saja
Karena merah putih bukan untuk pamer kesombongan
Apalagi dijadikan alat perpecahan

Kafilah Da’wah namanya, Abdul Somad salah satunya
Mengarungi Sungai Batang Gansa, tujuh jam lama perjalanannya
dilanjutkan perjalanan darat berjam-jam lamanya
Kamu mengaku paling NKRI, pernah dengar sungai Batang Gansal?

Selagi kamu asyik menari lalu bermimpi
Kafilah Da’wah berjalan di bawah guyuran hujan sepanjang perjalanan
Untuk sampai di pedalaman suku Talang Mamak
tidak semudah pergi ke kota dari desamu

Di sana mereka mengajar mengaji, shalat, berhitung, menulis, membangun masjid,
menanam jagung, dan kacang, mengadakan bakti sosial,
mengajari beternak lebah madu dan lebah trigona.
Abdul Somad salah satunya

Kalau kegiatan itu kamu tidak anggap berwarna merah putih
Aku kasih tahu kelanjutannya
Di sana mereka juga mengikuti upacara bendera di sekolah
Kamu kenal pria sederhana berbaju putih berpeci merah?
Abdul Somad namanya

Jangan kamu samakan dengan tempat anakmu bersekolah
Cuma rumah sederhana di tepi belantara
Kalau kamu masih sempat mengantar anakmu ke sekolah pakai mobil mewah
Mereka berjalan kaki selama satu jam bersama siswa-siswi menuju sekolah.
Abdul Somad salah satunya

Masih banyak Abdul Somad lainnya
NKRI tidak cukup hanya diteriakkan saja
Kibarkan merah putih ke pelosok nusantara
Mengarungi sungai berbahaya, mendaki jalan terjal
Kamu bisa?
Ayo, cium merah putih, lalu pergilah!

Oleh Balya Nur
10122017
[b24]

Loading...
loading...