$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Dahnil A Simanjuntak: Yudi Latif Mundur Ketika Ada yang Tidak Benar

SHARE:


www.gelora.co - Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak menanggapi mundurnya Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitternya @Dahnilanzaryang ia tuliskan pada Kamis (7/6/2018).

Diketahui, Pengumuman mengenai mundurnya Yudi Latif dituliskan di akun Facebook-nya Yudi Latif Dua, Jumat (8/6/2018).

Dalam catatannya tersebut, Yudi Latif menuliskan perjalananya sebagai BPIP.

Ia membeberkan kendala yang ada dan pada parafagra terakhir, Yudi Latif menulsikan bahwa ia mohon pamit alias mundur.

Keputusan tersebut lantas mendapat tanggapan dari Dahnil A Simanjuntak.

Dahnil A Simanjuntak menilai jika Yudi Latif merupakan sosok yang pancasilais.

Menurut Dahnil A Simanjuntak, Yudi Latief mundur ketika ada sesuatu yang tidak benar dan tak sanggup menanggani, tanpa perlu kata-kata pembenaran.

“Apa yang dilakukan oleh Yudi Latief saya kira sangat Pancasilais. Mundur ketika ada yg tidak benar dan tidak sanggup menangani, tanpa perlu mati2an merangkai kata pembenaran,” tulisnya.


Sebelumnya, Yudi Latif menuliskan beberapa catatan terkait kabar mundurnya dari jabatan kepala BPIP.

Inilah catatan Yudi Latif selengkapnya:

“TERIMA KASIH, MOHON PAMIT

Salam Pancasila!
Saudara-saudaraku yang budiman,
Hari kemarin (Kamis, 07 Juni 2018), tepat satu tahun saya, Yudi Latif, memangku jabatan sebagai Kepala (Pelaksana) Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)–yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selama setahun itu, terlalu sedikit yang telah kami kerjakan untuk persoalan yang teramat besar.

Lembaga penyemai Pancasila ini baru menggunakan anggaran negara untuk program sekitar 7 milyar rupiah. Mengapa? Kami (Pengarah dan Kepala Pelaksana) dilantik pada 7 Juni 2017. Tak lama kemudian memasuki masa libur lebaran, dan baru memiliki 3 orang Deputi pada bulan Juli. Tahun anggaran telah berjalan, dan sumber pembiayaan harus diajukan lewat APBNP, dengan menginduk pada Sekretaris Kabinet. Anggaran baru turun pada awal November, dan pada 15 Desember penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir. Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun.

Selain itu, kewenangan UKP-PIP berdasarkan Perpres juga hampir tidak memiliki kewenangan eksekusi secara langsung. Apalagi dengan anggaran yang menginduk pada salah satu kedeputian di Seskab, kinerja UKP-PIP dinilai dari rekomendasi yang diberikan kepada Presiden.

Kemampuan mengoptimalkan kreasi tenaga pun terbatas. Setelah setahun bekerja, seluruh personil di jajaran Dewan Pengarah dan Pelaksana belum mendapatkan hak keuangan. Mengapa? Karena menunggu Perpres tentang hak keuangan ditandatangani Presiden. Perpres tentang hal ini tak kunjung keluar, barangkali karena adanya pikiran yang berkembang di rapat-rapat Dewan Pengarah, untuk mengubah bentuk kelembagaan dari Unit Kerja Presiden menjadi Badan tersendiri. Mengingat keterbatasan kewenangan lembaga yang telah disebutkan. Dan ternyata, perubahan dari UKP-PIP menjadi BPIP memakan waktu yang lama, karena berbagai prosedur yang harus dilalui.

Dengan mengatakan kendala-kendala tersebut tidaklah berarti tidak ada yang kami kerjakan. Terima kasih besar pada keswadayaan inisiatif masyarakat dan lembaga pemerintahan. Setiap hari ada saja kegiatan kami di seluruh pelosok tanan air; bahkan seringkali kami tak mengenal waktu libur. Kepadatan kegiatan ini dikerjakan dengan menjalin kerjasama dengan inisiatif komunitas masyarakat dan Kementerian/Lembaga. Suasana seperti itulah yang meyakinkan kami bahwa rasa tanggung jawab untuk secara gotong-royong menghidupkan Pancasila merupakan kekuatan positif yang membangkitkan optimisme.

Eksistensi UKP-PIP/BPIP berhasil bukan karena banyaknya klaim kegiatan yang dilakukan dengan bendera UKP-PIP/BPIP. Melainkan, ketika inisiatif program pembudayaan Pancasila oleh lembaga kenegaraan dan masyarakat bermekaran, meski tanpa keterlibatan dan bantuan UKP-PIP/BPIP.

Untuk itu, dari lubuk hati yang terdalam, kami ingin mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas partisipasi semua pihak dalam mengarusutamakan kembali Pancasila dalam kehidupan publik.

Selanjutnya, harus dikatakan bahwa transformasi dari UKP-PIP menjadi BPIP membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran dan fungsi lembaga. Juga dalam relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana. Semuanya itu memerlukan tipe kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan.

Pada titik ini, dari kesadaran penuh harus saya akui bahwa segala kekurangan dan kesalahan lembaga ini selama setahun lamanya merupakan tanggung jawab saya selaku Kepala Pelaksana. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati saya ingin menghaturkan permohonan maaf pada seluruh rakyat Indonesia.

Pada segenap tim UKP-PIP/BPIP yang dengan gigih, bahu-membahu mengibarkan panji Pancasila, meski dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, apresiasi dan rasa terima kasih sepantasnya saya haturkan.

Saya mohon pamit. “Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati). seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali” (Alexander Pope, An Essay on Man).

Salam takzim,
Yudi Latif,” tulisnya.


[tn]


TERKAIT:
Loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,151,EKBIS,684,GLOBAL,780,HEADLINE,2713,HUKUM,1952,KEAMANAN,2,KESEHATAN,51,KHAZANAH,203,KOLOM,266,KRIMINAL,295,LIFESTYLE,9,METRO,594,NASIONAL,4946,PERISTIWA,2614,POLITIK,3651,SELEB,326,SPORT,53,TEKNO,37,
ltr
item
Gelora.co: Dahnil A Simanjuntak: Yudi Latif Mundur Ketika Ada yang Tidak Benar
Dahnil A Simanjuntak: Yudi Latif Mundur Ketika Ada yang Tidak Benar
Menurut Dahnil A Simanjuntak, Yudi Latief mundur ketika ada sesuatu yang tidak benar dan tak sanggup menanggani, tanpa perlu kata-kata pembenaran
https://3.bp.blogspot.com/-LzTayFmtR0g/WxpIrnlGtpI/AAAAAAAB0ns/M6_qMc80Sk8zFhBHWK7cTOQ6ZxP0GccKACLcBGAs/s640/yudi-latif-dan-dahnil-a-simanjuntak_20180608_153332.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-LzTayFmtR0g/WxpIrnlGtpI/AAAAAAAB0ns/M6_qMc80Sk8zFhBHWK7cTOQ6ZxP0GccKACLcBGAs/s72-c/yudi-latif-dan-dahnil-a-simanjuntak_20180608_153332.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/06/dahnil-simanjuntak-yudi-latif-mundur.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/06/dahnil-simanjuntak-yudi-latif-mundur.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy