BNPT Sebut Solidaritas Palestina Sebabkan Terorisme, Fauzi Baadila: Tak Masuk Akal
logo

8 Juni 2018

BNPT Sebut Solidaritas Palestina Sebabkan Terorisme, Fauzi Baadila: Tak Masuk Akal

BNPT Sebut Solidaritas Palestina Sebabkan Terorisme, Fauzi Baadila: Tak Masuk Akal


www.gelora.co - Fauzi Baadila turut berkomentar terkait pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut solidaritas untuk Palestina salah satu penyebab Terorisme. Artis Kelahiran Mesir tahun 1979 ini menyebut pernyataan tersebut tidak masuk akal, bahkan cenderung aneh.

“Bagaimana mungkin Palestina yang korban terorisme sesungguhnya, yaitu Israel yang menjajah Palestina dengan dukungan Amerika. Dan ketika kita mendukung Palestina malah disebut sebagai teroris. Ajaib,” kata Fauzi saat ditemui di Jakarta Barat usai acara iftar bersama dengan Gubernur DKI dan warga Kapuk, Rabu (06/06/2018).

Fauzi menyatakan bahwa teroris sesungguhnya adalah Israel dan Amerika, karena merekalah yang telah menjajah dan merebut tanah Palestina. Ia meminta BNPT untuk meninjau kembali pernyataan itu, karena sangat tidak logis.

“Kenapa kita yang peduli terhadap Palestina malah dituduh sebagai teroris atau mendukung teroris, logikanya di mana?” ungkapnya.

Pemeran utama film layar lebar ‘212: The Power of Love’ ini pun menegaskan bahwa pernyataan itu tidak masuk akal.

Sebelumnya, pada Rabu (30/05/2018), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

“Penyebab teroris adalah ideologi, paham yang salah, solidaritas komunal karena melihat saudaranya dizalimi seperti Palestina, Rohingya, Maluku Ambon,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli dalam diskusi Pemberitaan dan Penyiaran Tentang Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/05/2018).

Menurut Hamli, penyebab lainnya adalah sikap balas dendam keluarga yang menjadi korban. Juga, aksi balas dendam akibat kekejaman yang dialami oleh suatu kelompok, seperti pembantaian yang dialami etnis Rohingya.

“Apakah kita akan menyiarkan besar-besaran konflik di sana? Karena motivasi balas dendam sering muncul,” kata dia. [kiblat]

Loading...
loading...