$hide=post-mobile

$type=grid$count=4$ico=1$cate=0$rm=0$sn=0$cm=0$m=0$show=home$hide=mobile$tbg=rgba(27,54,130,1)

$hide=post-label-search-archive-page-404

Masih Dijual Bebas, BPOM Didesak Tarik Paksa Obat Terindikasi Ber-DNA Babi

SHARE:


www.gelora.co -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepatutnya menarik paksa dua produk enzyme yang terindikasi (suspect) terkontaminasi DNA babi. Pasalnya, dua produk itu masih bebas dijual secara daring.

Chairman Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters) Luthfi Mardiansyah menyatakan, jika hasil tes terhadap kedua produk tersebut positif mengandung babi, maka BPOM harus dalam posisi pemberian sanksi untuk melindungi konsumen. 

Namun jika produsen mampu membuktikan bahwa produknya tidak ada kandungan DNA babi, maka BPOM harus segera mengumumkannya secara terbuka kepada masyarakat supaya tidak menjadi bola liar dan menimbulkan polemik. 

Khusus untuk penjualan obat dan suplemen secara daring, Luthfi mengakui, saat ini regulasi yang mengaturnya belum ada. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi BPOM yang mesti dibenahi segera. 

"Ini bisa membahayakan karena tidak ada regulasi untuk melakukan fungsi pengawasan BPOM dalam penjualan dan distribusi obat secara daring. Orang bisa beli obat resep secara bebas, ini kan bahaya," ujar Lutfi dalam keterangannya, Jumat (23/2). 

Dia menilai ketiadaan regulasi penjualan obat dan suplemen secara daring yang membuat BPOM ragu-ragu bertindak terhadap dua produk enzyme yang terindikasi terkontaminasi DNA babi. 

"Kalau regulasinya belum ada, bagaimana BPOM mau melakukan penarikan," tanyanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf menyatakan waktu satu bulan untuk BPOM menarik seluruh produk enzyme yang diduga menggunakan bahan baku sejenis dengan dua produk bermasalah sebelumnya. 

"Mestinya satu bulan setelah ditarik izin edarnya. Kalau sudah ditarik izin edarnya, maka dalam satu bulan produk  baik beredar secara langsung maupun online harus ditarik," jelasnya. 

Desakan tersebut juga muncul dalam Rapat Kerja Komisi IX dengan BPOM dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan 15 perusahaan farmasi di Jakarta, Rabu (21/3) sore. 

"Kami menerima keluhan dari masyarakat bahwa di antara 13 produk enzyme, masih ada yang dijual secara online. Ini harus ditarik dari pasaran, baik sifatnya penjualan offline atau online," katanya.

Dalam rapat RDP dengan BPOM, Dede secara khusus mencermati sejumlah produk antara lain Vitazym dan Librozym yang masih beredar secara online. Padahal, produsen dua enzyme tersebut yakni PT Kalbe Farma dan PT Hexpharm Jaya Laboratories telah menghentikan produksi serta mengembalikan izin edar pada Februari 2017.

Direktur Hexpharm Jaya Laboratories yang hadir dalam RDP Komisi IX dan BPOM menjelaskan perusahaannya memang pernah memproduksi enzyme pancreatin. Namun, produksi telah dihentikan dan izin edar dikembalikan ke BPOM pada Februari 2018. 

Sementara Direktur Kalbe Farma yang juga hadir di RDP tersebut mengaku ada satu produk pankreatin, namun izin edarnya telah dikembalikan. Pihaknya kini tengah mengembangkan enzym dari mikroba dan tumbuhan yang lebih aman.

Dede menilai ada komunikasi yang terputus antara produsen farmasi dengan BPOM. 

"Mungkin industri farmasi takut? Mungkin BPOM terlanjur memberikan statement sehingga akhirnya ada persaingan obat. Kami tidak pernah tahu. Sebab bisa saja saat satu produk  turun, lalu ada produk yang lain yang naik,” jelasnya.[rmol]

TERKAIT:
loading...
Nama

AUTO,1,DAERAH,109,EKBIS,495,ekonomi,12,GLOBAL,559,HEADLINE,1792,HUKUM,1601,inspirasi,1,internasional,26,KESEHATAN,43,KHAZANAH,131,KOLOM,182,KRIMINAL,243,LIFESTYLE,4,METRO,397,metropolitan,1,NASIONAL,3611,PERISTIWA,1662,POLITIK,2808,SELEB,250,SPORT,31,TEKNO,27,
ltr
item
Gelora.co: Masih Dijual Bebas, BPOM Didesak Tarik Paksa Obat Terindikasi Ber-DNA Babi
Masih Dijual Bebas, BPOM Didesak Tarik Paksa Obat Terindikasi Ber-DNA Babi
Khusus untuk penjualan obat dan suplemen secara daring, Luthfi mengakui, saat ini regulasi yang mengaturnya belum ada. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi BPOM yang mesti dibenahi segera.
https://2.bp.blogspot.com/-gjcUdqCxaXs/WrS3elmKoXI/AAAAAAABnq0/09Tx-S_1HW4ukQlSRFFN-Z30yEPG2oxfwCLcBGAs/s640/akdjakj.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-gjcUdqCxaXs/WrS3elmKoXI/AAAAAAABnq0/09Tx-S_1HW4ukQlSRFFN-Z30yEPG2oxfwCLcBGAs/s72-c/akdjakj.jpg
Gelora.co
http://www.gelora.co/2018/03/masih-dijual-bebas-bpom-didesak-tarik.html
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/
http://www.gelora.co/2018/03/masih-dijual-bebas-bpom-didesak-tarik.html
true
6611013162495397307
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy