Siapa yang Disadap? Sumber Sebut Prabowo dan Teddy, Sejumlah Jenderal Diamankan -->

Siapa yang Disadap? Sumber Sebut Prabowo dan Teddy, Sejumlah Jenderal Diamankan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
– Beredar isu kuat di lingkungan internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait dugaan aktivitas penyadapan terhadap pejabat tinggi negara. Salah satu target yang disebut adalah Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Isu ini dikaitkan dengan penangkapan atau pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.

Menurut laporan sejumlah media yang mengutip sumber internal, operasi pengamanan dilakukan pada dini hari Selasa (3/11/2026). Aktivitas penyadapan diduga dilakukan secara terkoordinasi dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, kawasan yang dikenal sebagai tempat tinggal pejabat tinggi negara.

Nama-nama yang disebut terlibat


Beberapa perwira yang disebut dalam berbagai laporan dan beredarnya tangkapan layar grup WhatsApp internal Polri antara lain:

- Irjen Pol. Ahrie Sonta (Kadivkum Mabes Polri) — dikabarkan ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Ia disebut sempat mengaku bertindak atas perintah atasan.
- Irjen Pol. Eko Hadi Santoso (Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri) — juga dikabarkan ditahan.
- Kombes Pol. Ferly Hediyat/Ferli Hidayat (Koorspripim Polri) — disebut ikut diamankan.
- Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (mantan Kapolri, kini anggota Wantimpres) — dikabarkan diamankan untuk diperiksa (BAP), namun kemudian dilepas. Beberapa sumber menyebut ia sebagai sosok yang memberi perintah.
- Irjen Pipit Rismanto (Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Politik dan Keamanan) — disebut masih menjalani pemeriksaan.

Beberapa sumber menyebut sejumlah perwira tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, meski Mabes Polri belum memberikan konfirmasi resmi.

Tanggapan pejabat


Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa informasi yang beredar masih sebatas rumor di media sosial. Ia mengaku belum menerima konfirmasi resmi dari instansi terkait maupun arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor yang berkembang itu,” ujar Yusril. Ia meminta publik bersabar menunggu penjelasan resmi dari pihak yang berwenang.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa Mabes Polri akan memberikan penjelasan terkait dinamika yang berkembang. “Berkaitan sama konteks, dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” kata Isir.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan maupun Mabes Polri yang mengonfirmasi atau membantah secara tegas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan Seskab Teddy. Publik diminta tidak berspekulasi berlebihan sembari menunggu klarifikasi resmi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan