Raffi Ahmad Tegaskan Terima Semua Kritik Publik: Jadi Pembelajaran bagi Saya -->

Raffi Ahmad Tegaskan Terima Semua Kritik Publik: Jadi Pembelajaran bagi Saya

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad memastikan dirinya terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan masyarakat menyusul polemik kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad mengaku menghargai setiap aspirasi, pandangan, hingga saran yang disampaikan publik. Dia bahkan menyebut berbagai kritik tersebut sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri.


Hal itu disampaikan Raffi melalui video klarifikasi terbaru yang diunggah di akun Instagram resmi @ukp_mudaseni_raffiahmad, Minggu (1/11/2026).


"Saya menghargai setiap orang yang menyampaikan aspirasinya, kritiknya, pandangannya, sarannya, semuanya saya hargai karena saya sangat meyakini bahwa setiap orang memiliki cara untuk berkontribusi dan memberikan apa pun yang terbaik dengan cara masing-masing untuk bangsa dan negara," tutur Raffi.


Suami Nagita Slavina itu juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, kritik dan masukan yang diterima menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi.

"Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri," kata Raffi.


Dalam video yang sama, Raffi juga kembali menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul. Dia menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda tersebut hanya sebagai tamu undangan.

Raffi menjelaskan, menghadiri undangan siapa pun sudah menjadi kebiasaannya sejak lama. Dia selalu berusaha menyempatkan diri untuk hadir meskipun hanya sebentar.

"Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu di setiap ada undangan siapa pun yang mengundang saya, insyaAllah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar," ujarnya.

Namun, Raffi menyadari bahwa niat baik untuk menghadiri sebuah kegiatan tetap harus disertai ketelitian. Dia pun berjanji akan lebih berhati-hati dan memahami informasi secara mendalam sebelum mengambil keputusan untuk menghadiri suatu acara.

Dia berharap penjelasan yang disampaikannya dapat membantu masyarakat memahami situasi sebenarnya terkait kehadirannya dalam kegiatan tersebut.

"Saya berharap penjelasan yang telah disampaikan dapat membantu memperjelas situasi yang sebenar-benarnya terjadi, sekaligus ini menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak termasuk saya," pungkasnya.

Sebelumnya, acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 menjadi sorotan publik.

Kegiatan tersebut menuai polemik setelah sejumlah orang yang disebut sebagai mahasiswa terlihat mengenakan almamater perguruan tinggi. Identitas mereka kemudian dipertanyakan oleh warganet.

Persoalan semakin ramai setelah sejumlah pihak kampus memberikan klarifikasi bahwa orang-orang yang mengenakan atribut almamater tersebut bukan bagian dari mahasiswa mereka.

Polemik itu turut menyeret nama Raffi Ahmad yang hadir dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, Polda Metro Jaya selaku penyelenggara telah menjelaskan bahwa Raffi datang sebagai tamu undangan.

Kini, Raffi berharap polemik tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak, sekaligus pengingat bagi dirinya untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam setiap langkah

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan