Detik-detik Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Florida, 9 Orang Tewas -->

Detik-detik Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Florida, 9 Orang Tewas

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Pesawat jet pribadi Learjet 60 jatuh di kawasan permukiman Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Sembilan orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Benturan keras membuat pesawat meledak dan memicu bola api serta kepulan asap hitam. Rekaman video saksi mata memperlihatkan pesawat menukik tajam sebelum menghantam daratan. Benturan juga meninggalkan lubang besar di permukaan jalan.

Sebelum kecelakaan, pilot sempat melaporkan turbulensi sedang, pembentukan lapisan es, dan penurunan ketinggian yang tidak terkendali. Rekaman komunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC) menangkap kepanikan awak pesawat saat berusaha mengatasi keadaan darurat.

Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy mengonfirmasi sembilan orang di dalam pesawat meninggal dunia. Sementara itu, Gubernur Florida Ron DeSantis menyatakan belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka di darat berdasarkan informasi awal.

Sekitar 600 warga dari kawasan hunian rumah mobil di sekitar lokasi juga dievakuasi untuk mengantisipasi dampak kecelakaan.

Pilot Sempat Kirim Panggilan Darurat

Dalam rekaman komunikasi yang dilaporkan Hindustan Times, Senin (2/11/2026), pilot sempat menyampaikan bahwa pesawat menghadapi turbulensi sedang dan pembentukan lapisan es. Awak pesawat juga melaporkan suhu udara luar mencapai minus 47 derajat Celsius.

Pilot kemudian meminta izin menaikkan ketinggian menuju 37.000 kaki untuk mencari kondisi udara yang lebih stabil. Awak pesawat turut melaporkan pesawat sedang melewati presipitasi atau kondisi adanya hujan maupun bentuk endapan air lainnya di atmosfer.

Namun, situasi berubah setelah pesawat menerima instruksi dari ATC. Pilot melaporkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara tidak terkendali.

"722 Bravo Delta... kami sedang turun 8.000 kaki—Mayday, Mayday! Kami turun 10.000 kaki per menit!" demikian laporan pilot dalam rekaman tersebut.

Petugas ATC berusaha memberikan bantuan dan mempertahankan komunikasi dengan awak pesawat. Namun, kondisi pesawat terus memburuk. Pilot melaporkan kondisi overspeed, yakni kecepatan pesawat yang melampaui batas operasional.

Laju penurunan pesawat kemudian disebut mencapai sekitar 20.000 kaki per menit. Alarm juga terdengar di latar belakang komunikasi.

"Saya di sini bersama Anda. Bicaralah kepada saya," ujar petugas ATC.

Dalam komunikasi berikutnya, pilot menyampaikan kekhawatiran pesawat akan menghantam tanah.

"Kami akan jatuh menghantam tanah, 722 Bravo Delta," kata pilot.

Awak pesawat kemudian melaporkan laju penurunan sekitar 22.000 kaki per menit dengan kemiringan pesawat mencapai 60 derajat. Salah satu suara dalam rekaman terdengar memperingatkan bahwa waktu mereka semakin terbatas.

"Lihat ke luar... Astaga, kita kehabisan waktu!" ucap salah satu suara.

Setelah itu, komunikasi terputus dan pesawat jatuh.

Terbang dari Texas Menuju Bahama

Pesawat Learjet 60 dengan nomor registrasi N722BD tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, sekitar pukul 09.37 waktu setempat. Pesawat dijadwalkan menuju Bandara North Eleuthera di Bahama.

Data pelacakan Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat mencapai ketinggian jelajah sekitar 41.000 kaki. Sekitar pukul 12.35, saat berada di dekat Naples, Florida, pesawat mulai turun dari ketinggian 35.000 kaki.

Data terakhir yang diterima Flightradar24 menunjukkan pesawat berada pada ketinggian sekitar 8.750 kaki pada pukul 12.49. Selama penurunan tersebut, laju turun pesawat sempat melampaui 32.000 kaki per menit.

Satu menit kemudian, pesawat jatuh di sekitar Military Trail dan 10th Avenue North, Greenacres. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan jalan raya.

Juru bicara Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Jim Reynolds, membenarkan pesawat tersebut merupakan jet pribadi. Namun, pihak bandara belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas orang-orang di dalam pesawat.

"Ini jelas merupakan sebuah tragedi," ujar Reynolds, sebagaimana dilaporkan The Independent, Minggu (1/11/2026).

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) telah mengirimkan tim investigasi ke lokasi kecelakaan. Federal Aviation Administration (FAA) juga mengerahkan tim untuk mendukung penyelidikan.

Melalui akun X resminya, Duffy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan dukungan FAA terhadap investigasi NTSB.

“FAA [Otoritas Penerbangan Federal AS] mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mendukung investigasi yang dilakukan oleh NTSB [Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS],” tulis Duffy melalui akun @SecDuffy.

Hingga Senin (2/11/2026), otoritas belum mengumumkan penyebab pasti kecelakaan. Meski pilot sempat melaporkan turbulensi, pembentukan lapisan es, dan presipitasi, belum dapat dipastikan apakah kondisi cuaca tersebut berkontribusi terhadap jatuhnya pesawat.

Data pelacakan penerbangan yang menunjukkan penurunan ketinggian secara ekstrem juga belum cukup untuk memastikan penyebab pesawat kehilangan kendali. NTSB masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan tersebut

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan