GELORA.CO - - Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) edisi Oktober 2026 menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3 persen. Angka tinggi tersebut muncul dari kelompok masyarakat yang tidak menamatkan sekolah dasar (SD) atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Sebaliknya, responden dengan level pendidikan lulusan perguruan tinggi menjadi kelompok dengan tingkat ketidakpuasan paling tinggi. Sebanyak 50,4 persen responden dari kelompok tersebut menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sedangkan 43,2 persen lainnya mengaku puas.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menyampaikan bahwa survei tersebut dilakukan untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap kinerja Presiden dan pemerintahan Prabowo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden yang tersebar di berbagai daerah.
"Responden ada 1.200 orang yang diwawancara tatap muka di 38 provinsi," kata Adi Prayitno dalam paparannya pada Minggu (18/10).
Berdasarkan tingkat pendidikan, responden yang tidak tamat SD atau tidak pernah bersekolah mencatat kepuasan sebesar 79,3 persen. Sementara itu, 10 persen responden dalam kelompok tersebut menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo.
Tingkat kepuasan yang relatif tinggi juga terlihat pada kelompok responden lulusan SD. Sebanyak 74,9 persen menyatakan puas, sementara 14,8 persen mengaku tidak puas terhadap kinerja Presiden.
Pada kelompok lulusan SMP, tingkat kepuasan tercatat sebesar 64,3 persen. Adapun responden yang menyatakan tidak puas mencapai 32 persen.
Sementara itu, di kalangan lulusan SMA atau SMK, sebanyak 62,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Sebaliknya, 33 persen responden dari kelompok pendidikan tersebut mengaku tidak puas.
Perbedaan penilaian semakin terlihat pada kelompok lulusan perguruan tinggi. Tingkat ketidakpuasan di kelompok ini mencapai 50,4 persen, lebih tinggi dibandingkan persentase responden yang menyatakan puas, yakni 43,2 persen.
Secara keseluruhan, survei PPI mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 65,2 persen. Angka tersebut merupakan akumulasi responden yang menyatakan sangat puas dan puas.
"Level kepuasan ini ditopang sepenuhnya oleh kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo yang mencapai 65,2 persen, sementara kepuasan terhadap Wakil Presiden hanya di level 49,0 persen saja," ujarnya.
Jika diperinci, sebanyak 2,9 persen responden mengaku sangat puas, sedangkan 62,3 persen lainnya menyatakan puas. Dengan demikian, mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden.
Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan tercatat sebesar 28,1 persen. Persentase itu terdiri atas 19,4 persen responden yang menyatakan tidak puas dan 8,7 persen yang mengaku sangat tidak puas. Adapun 6,7 persen responden lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Dalam survei edisi Oktober 2026, PPI menetapkan target sampel sebanyak 1.200 responden. Survei menyasar penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Kerangka pengambilan sampel menggunakan data kelurahan serta jumlah pemilih pada Pemilu 2024 yang bersumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Sampel didistribusikan secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa atau kelurahan. Proses penentuan sampel turut memperhitungkan stratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan agama responden.
Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. PPI mencantumkan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error atau batas kesalahan sebesar 2,83 persen.
Untuk menjaga kualitas data, PPI menerapkan mekanisme pemeriksaan ulang terhadap 50 persen responden, atau lima responden untuk setiap pewawancara. Proses pengawasan juga dilakukan secara berjenjang oleh koordinator daerah, koordinator wilayah, hingga peneliti
Sumber: jawapos
