GELORA.CO -Rumor mengejutkan sempat menghebohkan dunia maya setelah beredar kabar mengenai kematian pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.
Isu tersebut dengan cepat menyebar di media sosial menyusul klaim dari seorang tokoh politik China yang menyebut sang pemimpin mengalami kondisi medis serius.
Kabar yang belum terverifikasi kebenarannya ini bermula dari unggahan Ketua Partai Demokrasi China, Wanjun Xie, melalui akun X miliknya pada Senin (19/10).
Dalam unggahan tersebut, Xie mengeklaim bahwa Kim Jong-un mengalami pendarahan otak hingga koma, sehingga memerlukan bantuan tim medis dari Beijing.
"Menurut rumor yang beredar, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan jatuh koma. Karena fasilitas medis Korea Utara dinilai tertinggal dan tidak mampu memberikan pertolongan dengan cepat, negara tersebut terpaksa meminta bantuan China. Rumah Sakit Concord Beijing segera mengirimkan tim ahli medis ke Korea Utara untuk membantu menyelamatkan Kim Jong-un," tulis Xie dalam pernyataannya.
Selain isu kesehatan, Xie juga melontarkan klaim spekulatif seputar pergeseran kekuasaan kepada Kim Yo Jong serta pengerahan ribuan tentara China ke Pyongyang.
Kendati demikian, hingga kini sama sekali tidak ada bukti valid atau konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara yang mendukung klaim tersebut.
Di tengah simpang siurnya rumor yang beredar, kantor berita Korea Selatan Yonhap bersama media resmi Korut KCNA justru mematahkan spekulasi tersebut dengan menyajikan bukti kebalikannya.
Kim Jong-un tampil di muka publik bersama putrinya, Kim Ju Ae, dalam sebuah kunjungan kerja di Pyongyang pada hari Senin.
Dalam foto yang dirilis oleh KCNA, Kim Jong-un terlihat mengenakan setelan safari berwarna gelap saat mengamati langsung instalasi pameran.
Sementara itu, Kim Ju Ae tampak mendampingi sang ayah dengan mengenakan busana formal berupa rok berwarna merah muda pastel.
Kehadiran keduanya di Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026 sekaligus menepis segala isu miring sekaligus menunjukkan stabilitas kepemimpinan di negara tersebut.
Sumber: RMOL
