Rocky Gerung Pertanyakan Kedatangan Jokowi ke Rumah Prabowo: Menego-Mngingatkan Perjanjian Politik? -->

Rocky Gerung Pertanyakan Kedatangan Jokowi ke Rumah Prabowo: Menego-Mngingatkan Perjanjian Politik?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung mempertanyakan kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke kediaman Presiden Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10) malam. 

Pasalnya, kedatangan Jokowi ke rumah Prabowo bersamaan dengan agenda pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat pendidikan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka.

Rocky tak memungkiri, muncul berbagai interpretasi atas kedatangan Jokowi ke rumah Prabowo di Kertanegara.

"Lalu timbul interpretasi macam-macam, kenapa Pak Jokowi datang ke Kertanegara. Menego, menekan, mau mengingatkan perjanjian politik," kata Rocky Gerung dalam sebuah diskusi publik bertajuk 'Ijazah SMA Tak Ditemukan, Gibran Tetap Wapres!, dikutip Minggu (11/10).

"Akibatnya, opini publik muncul lagi di situ ada kesempatan untuk mempermainkan lagi ratio decidendi," sambungnya.

Rocky tak memungkiri, MK menangkap keresahan publik atas tidak ditemukannya ijazah SMA sederajat Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi sebetulnya, Mahkamah juga secara tidak sengaja mengirimkan kegelisahan publik," ujarnya.

Ia memandang, pertimbangan MK yang tidak mendiskualifikasi Gibran untuk menghindari kekacauan politik. Karena itu, Rocky tak mempermasalahkan adanya pihak-pihak yang ingin membawa putusan MK tersebut ke DPR RI.

"Nah, tugas masyarakat sipil adalah mengepung DPR dengan pikiran atau bahkan dengan massa, supaya moral dari ratio decidendi itu tidak berubah menjadi politico decidendi. Itu prinsipnya," tegasnya.

Namun, Rocky menyatakan akan sangat elegan jika Gibran mundur dari jabatan sebagai Wakil Presiden. Menurutnya, kesadaran moral itu seharusnya datang dengan sendirinya dari Gibran.

"Dan supaya itu tidak berlangsung lama, sangat elegan kalau Gibran bilang: 'Saya mengerti bahwa ratio decidendi itu artinya saya tidak layak lagi'. Kesadaran moral dari Gibran itu yang kita inginkan," ucapnya.

"Tapi mungkin itu 0,7%. Tapi kalau proses, dia legitimasi berlangsung panjang, 0,5 bisa jadi 20% dalam 2 hari, lalu jadi 80% dalam 3 hari, jadi 100% sebelum tanggal 20," tambahnya.

Menurutnya, akan sangat negarawan jika Gibran mundur dari jabatan Wapres RI.

"Gibran bilang, 'Saya mengerti ratio decidendi itu, walaupun saya tidak punya ijazah, tapi saya mengerti rasio ratio decidendi itu',' tegasnya.

Ia menyebut, sikap negarawan yang seharusnya dimiliki Gibran nantinya publik akan memberikan penghargaan. Hal itu juga untuk menghentikan terjadinya kegaduhan politik.

"Dan di situ dia jadi noble untuk menghentikan percocokan politik," tuturnya.

Lebih lanjut, Rocky menegaskan dirinya memang Anggota Wantimpres, tapi pernyataan tersebut tidak mewakili kapasitasnya sebagai Wantimpres. Ia pun menegaskan, dirinya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, bukan Wakil Presiden.


"Saya terangkan itu sekali lagi, sebagai anggota Wantimpres tidak mewakili pikiran dewan, karena setiap anggota punya hak untuk menerangkan pikirannya sendiri. Saya anggota Dewan Pertimbangan Presiden, bukan Dewan Pertimbangan Wakil Presiden," pungkasnya

Sumber: jawapos 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan