Rocky Gerung dan Syahganda Masuk Istana, Golkar Yakin Sikap Kritis Tak Akan Luntur -->

Rocky Gerung dan Syahganda Masuk Istana, Golkar Yakin Sikap Kritis Tak Akan Luntur

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) serta Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Idrus menilai, bergabungnya dua figur yang selama ini dikenal vokal dalam menyampaikan kritik ke dalam pemerintahan tidak otomatis membuat sikap kritis mereka menghilang. Menurutnya, posisi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas agar gagasan dan masukan kepada pemerintah bisa disampaikan secara langsung.

"Yang tentu kita tidak inginkan adalah ketika ada di dalam, daya kritisnya tidak ada lagi atau hilang," kata Idrus kepada wartawan, Senin (5/10).

Menurut Idrus, kritik tidak harus selalu datang dari luar pemerintahan. Hal yang lebih penting kritik tersebut mampu diterima dan digunakan sebagai bahan evaluasi maupun perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia berpandangan, berada di dalam pemerintahan justru memberikan kesempatan lebih besar bagi seseorang untuk berinteraksi dengan para pengambil kebijakan. Dengan begitu, komunikasi antara pemberi masukan dan pemerintah dapat berlangsung lebih intensif.

"Kalau ada di dalam, maka tentu peluang untuk ketemu, untuk berkomunikasi dengan pusat kekuasaan itu sangat-sangat memiliki peluang yang lebih besar dan frekuensi yang lebih besar," ujarnya.

Idrus mengajak masyarakat melihat keputusan Prabowo tersebut dalam konteks yang lebih luas. Menurut dia, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia sebagai rumah bersama, terlepas dari apakah seseorang berada di dalam struktur pemerintahan atau tidak.

"Indonesia ini adalah rumah kita bersama yang harus kita rawat secara bersama dan berperan sesuai dengan posisi dan profesi kita masing-masing," ucap Idrus.

Ia menegaskan, hubungan antara pemerintah dan masyarakat seharusnya tidak selalu ditempatkan dalam posisi berhadap-hadapan. Keduanya merupakan bagian dari satu kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dalam Rumah Besar kita, Indonesia, antara Pemerintah dan Masyarakat adalah satu kesatuan sebagai Penghuni dan Pemilik Rumah bersama, karena itu, mereka bukan lawan, bukan musuh, tetapi mitra bahkan sesama anggota Keluarga Besar dalam Rumah Besar kita, Indonesia," tegas Idrus.

Dalam konteks penunjukan Rocky Gerung, Idrus melihat keputusan Prabowo sebagai salah satu cara untuk membuat gagasan dan kritik yang selama ini disampaikan Rocky memiliki saluran yang lebih efektif di lingkungan pemerintahan.

"Karena itu, apa yang dilakukan oleh Pak Rocky ini adalah strategi bagaimana fungsi peran yang dilakukan selama ini dapat berjalan efektif," tutur Idrus.

Idrus pun menyatakan dukungannya terhadap Rocky. Ia berharap masuknya pengamat politik tersebut ke dalam struktur pemerintahan tidak mengubah karakter kritis yang selama ini melekat pada dirinya.

"Saya kira kita dukung sepenuhnya. Bagaimana kritikan dan masukannya bisa berjalan efektif," ujarnya.

Selain Rocky, Idrus juga memberikan dukungan terhadap keputusan Prabowo menunjuk Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom. Menurutnya, Syahganda memiliki pengalaman dan kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi pemerintah kepada publik.

Idrus menilai kehadiran Syahganda dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Ia juga memandang keputusan tersebut sejalan dengan prinsip bahwa setiap warga negara dapat mengambil peran sesuai kemampuan yang dimilikinya.

"Bagaimana itu dilakukan? Kita boleh ada jabatan atau tidak, itu bukan persoalan. Itu masalah cara saja," jelas Idrus.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres dan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengangkat Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom. Sementara itu, Wantimpres era pemerintahan Prabowo dipimpin Pratikno sebagai ketua dengan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua.

Sumber: jawapos 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan