KBRI Tak Temukan Dokumen Akademik Gibran, Gibranisti Beri Tanggapan Begini -->

KBRI Tak Temukan Dokumen Akademik Gibran, Gibranisti Beri Tanggapan Begini

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, menanggapi adanya pernyataan atase pendidikan yang menyebut tidak menemukan dokumen apa pun terkait pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura maupun Canberra, Australia. 

Taufik justru balik mempertanyakan kewajiban seseorang untuk memberi salinan dokumen akademik ke pihak KBRI. 

"Memangnya seluruh pelajar dari luar negeri wajib memberikan salinan dokumen akademiknya kepada KBRI? Itu juga jadi pertanyaan. Tidak ada satu mekanisme, tidak ada satu aturan yang mewajibkan itu," ujarnya dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Sabtu (3/10/2026).

Taufik meminta agar tidak ada pihak yang membingkai informasi tersebut menjadi pembenaran bahwa eks Wali Kota Solo itu tidak pernah sekolah. 

"Jangan di-framing seolah-olah hanya karena kebetulan dari KBRI menyatakan tidak ada data, seolah-olah itu membenarkan Gibran tidak pernah sekolah. Itu lucu juga," ucapnya. 

Tidak hanya itu, Taufik menilai upaya mempertanyakan pendidikan Gibran kepada pihak KBRI tidak relevan. 

Terutama berkaitan dengan sistem pendidikan yang ada di UTS Inserach dan Orchid Park Secondary School sebagaimana riwayat pendidikan Gibran. 

Taufik kemudian menegaskan Gibran lulus dan mendapatkan Advanced Diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) di Singapura.

Keterangan Atase Pendidikan di Sidang Gugatan Ijazah Gibran 


Atase Pendidikan KBRI Singapura, Nur Aeni Ariyanti, mengaku tidak menemukan dokumen apa pun terkait pendidikan Gibran Rakabuming di KBRI Singapura.

Hal itu disampaikannya dalam sidang gugatan ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi (MK) Jumat (2/10/2026). 

“Ibu bisa menambahkan enggak record-record apa yang dimiliki di kedutaan berkaitan dengan jenjang pendidikan yang ditempuh Pak Gibran itu?” tanya Hakim Konstitusi Saldi Isra dalam sidang tersebut. 

Nur mengaku dirinya telah menelusurinya, tetapi tidak menemukan dokumen apa pun.

"Setelah kami menelusuri dokumen yang ada, di kami tidak menemukan adanya dokumen yang disimpan di KBRI, Yang Mulia,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Atase Pendidikan KBRI Canberra Yuli Rahmawati. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki dokumen terkait pengajuan permohonan dari Gibran.

"Berdasarkan penelusuran arsip baik secara hard copy maupun soft copy, kami tidak memiliki pengajuan permohonan dari Pak Gibran," ujar Yuli dalam sidang.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan