GELORA.CO - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berpeluang menjadi wakil presiden apabila Gibran Rakabuming Raka tergeser dari posisinya.
Karena itu, dalam teori konspirasi politik yang dibahasnya, tuduhan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai adanya operasi politik di balik polemik ijazah yang menyerang dirinya dan Gibran dapat diarahkan kepada Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Cuma yang terbaru ini kan agak otak-atik gatuknya agak matuk. SBY punya kepentingan kalau Gibran bisa di geser, digusur, AHY punya peluang jadi wapres," ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (20/10).
Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa polemik ijazah yang menimpa dirinya dan Gibran merupakan bagian dari operasi politik.
"Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).
Menurut Jokowi, polemik ijazah tersebut sengaja diorkestrasi oleh pihak tertentu untuk menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran, sekaligus mengalihkan perhatian dari berbagai isu besar lainnya.
"Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran)," imbuh mantan Wali Kota Solo tersebut.
