Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana -->

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Perubahan sikap politik Rocky Gerung yang selama ini dikenal lantang mengkritik pemerintah, mendadak menjadi sorotan setelah menjadi bagian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pengamat hukum dan kebijakan publik Muhammad Gumarang menilai posisi Rocky di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum untuk menguji konsistensi kritik dan pandangan politiknya selama ini.

Menurut Gumarang, perjalanan Rocky memperlihatkan dinamika dari pengamat yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap penguasa hingga sosok yang kini disebut berada dalam lingkungan kekuasaan. 


Ia menilai publik perlu mencermati apakah perubahan tersebut turut memengaruhi cara Rocky memandang kebijakan pemerintah.

“Namun kritik Rocky Gerung masih dinilai masih batas wajar dan landai-landai saja, tidak sebrutal dengan Presiden ke-7 Jokowi,” kata Gumarang kepada wartawan, Sabtu 31 Oktober 2026.

Gumarang turut menyoroti pandangan Rocky mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dia menyebut Rocky sebelumnya pernah mengkritik program tersebut, tetapi kemudian menyampaikan argumen yang mendukung keberlanjutannya. Perubahan pandangan itu, menurut Gumarang, perlu dilihat secara utuh untuk menilai konsistensi sikap politik Rocky.

“Diantaranya mengatakan bahwa MBG tidak bisa dibatalkan karena amanah konstitusi, ideologis dan menjalan politik sosialis, MBG mencegah stunting anak," kata Gumarang.

"Sikap ini banyak mendapat sorotan publik negatif, bahwa Rocky Gerung sudah menjadi juru bicara pemerintah sehingga banyak mendapat hujatan karena sikap yang dinilai tidak konsisten bahkan dinilai publik sebagai bentuk penghianatan,” tutur Gumarang.

Gumarang juga mengaitkan perjalanan politik Rocky dengan keterlibatannya dalam pendirian Partai Indonesia Baru pada 2002 dan Partai Serikat Rakyat Indonesia pada 2011. 

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Rocky pernah terlibat dalam politik praktis, meskipun keterlibatan itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya motif tertentu di balik kritik-kritiknya.

Gumarang mempertanyakan apakah Rocky akan tetap mempertahankan gagasan kritisnya setelah berada di lingkungan pemerintahan. 

Ia mencontohkan sejumlah kebijakan yang diwarisi Prabowo dari pemerintahan sebelumnya, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), program MBG, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Bagaimana kita nilai nanti dengan adanya Rocky Gerung di istana, dapatkah minimal membawa orang-orang yang ia katakan separuh kabinet adalah dungu menjadi berkualitas, atau sebaliknya Rocky Gerung juga terpaksa menjadi ikut dungu atau bahkan menjadi raja dungunya,” pungkasnya.

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan