GELORA.CO - Arab Saudi menegaskan tidak akan gentar menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya oleh kelompok HouthiYaman dan Iran. Kerajaan menegaskan pasokan energi ke pasar global tetap berjalan tanpa putus dalam kondisi apa pun, meski konflik di Timur Tengah terus mengancam fasilitas minyak dan distribusi bahan bakar.
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menegaskan, negaranya selalu mampu bangkit setiap kali menghadapi serangan dan gangguan. Dia mengibaratkan Saudi seperti burung phoenix, makhluk mitologi yang bangkit kembali dari abu setelah terbakar.
"(Arab Saudi) seperti burung phoenix. Kami bangkit dari abu setiap saat, berulang kali, dan tidak ada yang dapat mematahkan tekad kami," ujarnya, dalam pidatonya di Forum Energi Internasional ke-17 (IEF17), seperti dikutip Anadolu.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah perang AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari 2026. Konflik kemudian meluas dengan serangan kelompok Houthi Yaman ke Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir, menambah ancaman terhadap infrastruktur energi dan kelancaran pasokan minyak.
Meski menghadapi situasi tersebut, Abdulaziz menegaskan Saudi tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan energi dunia. Dia menegaskan negaranya terus memperkuat ketahanan sistem energi, berinvestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan.
"Semua orang sekarang mengakui bahwa Kerajaan mampu berdiri teguh dan
Abdulaziz juga menegaskan, Riyadh memiliki peran penting dalam menjaga keamanan energi global. Dia menyebut ibu kota Saudi tersebut sebagai pusat yang mampu mendukung stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik.
"Oleh karena itu, saya senang berbagi kepada Anda bahwa negara ini, dan Kota Riyadh ini, adalah ibu kota keamanan energi," ujarnya
Sumber: inews
