Sosok Rendi Apriyanto Tentara Bayaran Tewas di Rusia, Pesan Terakhirnya ke Orangtua: Mak... -->

Sosok Rendi Apriyanto Tentara Bayaran Tewas di Rusia, Pesan Terakhirnya ke Orangtua: Mak...

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - 
Rendi Apriyanto, warga Air Tawak, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dikabarkan tewas di Rusia.

Rendi Apriyanto diduga merupakan tentara bayaran Rusia yang kini perang melawan Ukraina.

Kabar meninggalnya Rendi sebelumnya sempat beredar dan viral di media sosial hingga grup WhatsApp warga Natuna.

Keluarga Rendi pula membenarkan kabar tersebut.

Pada Selasa (29/9/2026), rumah kediaman orangtua Rendi Apriyanto, Ruskamal (56) dan Eniyanti (51), ramai didatangi sanak saudara serta kerabat yang datang menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah kendaraan terlihat terparkir di halaman rumah, sementara keluarga berkumpul di tengah suasana duka menyusul kabar Rendi yang dikabarkan meninggal dunia di Rusia.

Mata ibunya tampak sembab, sesekali air matanya jatuh saat bercerita tentang kisah anaknya kepada kerabat yang datang.

Rendi diketahui sudah meninggalkan Natuna sejak 2022.

Ia sempat bekerja di Batam sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Jawa dan bekerja di Filipina.

Setelah beberapa tahun merantau, Rendi kemudian berada di Rusia.

Keluarga menyebut Rendi bekerja di bagian logistik setelah direkrut untuk bekerja di Rusia.

Pesan Terakhir Rendi Apriyanto ke Ibunda


Di tengah suasana duka, ayah Rendi, Ruskamal, masih berusaha menceritakan perjalanan terakhir putranya.

Menurut Ruskamal, sebelum kabar duka diterima, Rendi masih sempat berkomunikasi dengan keluarga.

"Ya masih sempat komunikasi. Selama ini pun kami taunya di hanya kerja di Rusia bagian antar logistik. Kalau bagaimana pekerjaannya kami tak tahu pasti," ungkap Ruskamal.

Bahkan, komunikasi terakhir itu justru meninggalkan pesan yang terus terngiang di kepala keluarga.

Rendi menghubungi keluarganya pada 18 September 2026.

Saat itu, Rendi memberi tahu bahwa dirinya akan dikirim ke garis depan sehingga untuk sementara waktu tidak dapat dihubungi.

"Dia bilang 'Mak, tak usah risau. Mungkin dalam beberapa waktu ke depan Rendi tak bisa dihubungi karena mau dikirim ke garis depan. Mak doakan saja lah Rendi selamat'," kenang Eniyanti dengan mata berkaca-kaca.

Pesan tersebut ternyata menjadi salah satu komunikasi terakhir Rendi dengan keluarganya.

Beberapa hari kemudian, keluarga justru mendapatkan kabar mengejutkan dari rekan Rendi yang selamat.

Ruskamal mengatakan, rekan Rendi yang menghubungi keluarga merupakan salah satu orang yang berada dalam rombongan yang sama.

Menurut informasi yang diterima keluarga, sejumlah orang dalam rombongan tersebut menjadi korban serangan drone.

Rekan Rendi yang selamat disebut mengalami luka dan mendapatkan perawatan.

Kabar tersebut membuat keluarga semakin yakin bahwa sesuatu telah terjadi terhadap Rendi.

Ruskamal mengaku, pihak keluarga masih berusaha mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kondisi putranya.

Di rumah duka, kesedihan masih terlihat jelas dari raut wajah kedua orangtua Rendi.

Sang ibu, Eniyanti, beberapa kali tak kuasa menahan air mata ketika mengenang komunikasi terakhir dengan putra sulungnya.

"Orangnya penurut, sering berbagi, pekerja keras. Kami tak bisa berkata lagi," ucap Eniyanti dengan suara bergetar.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Rendi belum bisa dievakuasi dikarenakan kondisi medan pertempuran sangat rawan.

Kini, keluarga hanya bisa berharap jenazah Rendi bisa secepatnya dievakuasi dan bisa mengetahui kondisi pasti putranya itu.

Umrahkan Orang Tua dan Menikah


Di balik kisah perjalanannya hingga diduga menjadi tentara bayaran di Rusia, Rendi ternyata menyimpan impian sederhana dan mulia untuk kedua orangtuanya.

Anak sulung yang di kenal pekerja keras dan baik itu, ingin mengumrahkan ayah dan ibunya ke tanah suci.

Impian tersebut bahkan sudah mulai diwujudkan.

Ibu Rendi, Eniyanti (51), mengatakan biaya umrah untuk dirinya dan sang suami sudah lunas dibayarkan.

Keduanya bahkan telah merencanakan keberangkatan pada Januari 2027 mendatang.

"Niat dia kan mau umrahkan kami orangtua. Alhamdulillah sudah dia bayar biayanya. Rencana kami berangkatnya itu Januari nanti," kata Eniyanti sembari meneteskan air mata.

Menurut ibu dua anak itu, Rendi memang dikenal sebagai anak yang peduli terhadap kondisi ekonomi keluarganya.

Sejak merantau, ia kerap membantu ekonomi dan kebutuhan rumah tangga.

Rendi disebut tetap mengirimkan uang meski bekerja jauh dari Natuna.

Terakhir, Rendi juga disebut mengirimkan uang untuk kebutuhan perjalanan orang tuanya menuju tanah suci.

"Terakhir Rendi sempat kirim uang untuk biaya tiket kami dari sini ke Batam. Kalau uang untuk murahnya sudah luna. Jadi memang niat dia itu. Tapi tak sangka malah begini jadinya," tutur Eniyanti.

Bahkan, saat ibunya sempat menawarkan uang yang ia kirim untuk biaya umrah akan digunakan membeli tanah dan rencana membuka bisnis, Rendi melarang dan menolak keras.

Rendi memilih untuk tetap mewujudkan impiannya sejak lama, yakni memberangkatkan kedua orangtuanya ke tanah suci.

"Dia sempat bilang, kalau dia tetap memilih untuk umrohkan kami. Dan memang dia yang bersikeras," Katanya.

Namun, rencana Rendi tidak hanya soal membahagiakan kedua orangtuanya.

Ia juga telah menyiapkan masa depan bersama perempuan yang disebut sebagai calon istrinya.

Ruskamal mengatakan, Rendi berencana pulang ke Indonesia pada April 2027.

Setelah itu, ia berencana melangsungkan pernikahan pada Mei 2027.

"Rencananya Rendi akan pulang ke Indonesia pada April 2027 mendatang dan berencana untuk menikah. Calon istrinya orang Garut," ungkap Ruskamal.

Kini, rencana tersebut tinggal kenangan.

Begitu pula dengan rencana perjalanan umrah kedua orangtuanya yang telah dipersiapkan Rendi.

Keluarga masih berharap dapat menjalankan rencana umrah tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap niat baik putra sulung mereka.

"Kami berdoa supaya ada keajaiban untuk anak kami, barangkali dia masih selamat dan bisa berkumpul lagi dengan kami disini," Ujar Ruskamal.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan