Pesan Terakhir Ditulis Pelajar SMPN Jakarta Timur Sebelum Mengakhiri Hidupnya -->

Pesan Terakhir Ditulis Pelajar SMPN Jakarta Timur Sebelum Mengakhiri Hidupnya

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Seorang pelajar SMPN 92 berinisial FS ditemukan meninggal dunia di pinggir kali kawasan Jalan Poncol Atas, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (29/9/2026).

Korban ditemukan warga masih mengenakan seragam sekolah.

Di dekat lokasi kejadian, ada sebuah surat yang dibuat FS sebelum mengakhiri hidup dengan menggantungkan diri di pohon.

Surat tersebut berisi permohonan maaf karena ia belum bisa menjadi seorang anak yang dapat membanggakan kedua orangtua.



Dalam surat tersebut, FS menyampaikan permintaan maaf kepada kedua orangtuanya dan mengungkapkan perasaan bahwa dirinya belum mampu membanggakan keluarga.

"Maaf mah, pah aku belum bisa banggain mamah sama bapak," tulis FS sebelum tewas.

Ia juga meminta maaf karena belum bisa jadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya.

FS juga menjelaskan dalam surat itu lebih baik gantung diri daripada hidup harus merugikan orang lain.

"Maaf aku lakuin ini mah, pah. Aku lebih baik begini daripada hidup harus rugiin orang lain," singkatnya

Ditemukan Petugas PPSU

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan, korban pertama kali diketahui oleh warga yang berada di sekitar lokasi.



Saat ditemukan, FS masih mengenakan seragam sekolah putih-biru dan membawa tas atau perlengkapan sekolah.

"Menurut keterangan saksi, saat akan istirahat sebagai Petugas PPSU bernama Dedi pukul 11.30 WIB, mendapat informasi dari pemulung yang sedang mencari barang-barang bekas di pinggir kali ada mayat katanya," ujar Made, Rabu (30/9/2026).



Dedi kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

Saat itu, kawasan pinggir kali sudah didatangi sejumlah warga.

Setelah diperiksa, ditemukan seorang pelajar dalam kondisi sudah tidak bernyawa.


Petugas PPSU kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pulogadung.



Tim Reskrim bersama Tim Identifikasi selanjutnya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).

"Kemudian tim Reskrim melakukan cek TKP bersama Tim Ident. Posisi korban sudah tidak bernyawa tengkurap dan kepala menghadap serong kiri," jelas Made.

Polisi kemudian melakukan identifikasi terhadap korban dan menghubungi pihak keluarga.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses visum.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara lengkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan pelajar tersebut meninggal dunia

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan