Komentar Goblok Akun @nouzzha_kim ke Yurizal Pasien BPJS, Benarkah Nama Aslinya Norma Zahara? -->

Komentar Goblok Akun @nouzzha_kim ke Yurizal Pasien BPJS, Benarkah Nama Aslinya Norma Zahara?

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - 
Kisah tragis pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan kembali menjadi sorotan publik. Melalui akun Threads @yurizaltrich, pria asal Bogor itu mengunggah keluhan pada 22 Juli 2026: “8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs.” Ia mengaku telah menunggu kamar rawat inap selama delapan jam tanpa menyebut nama rumah sakit.

Alih-alih mendapat empati, unggahan tersebut dibanjiri komentar bernada sinis dan merendahkan, sebagian diduga berasal dari tenaga kesehatan (nakes). Salah satu yang menjadi perhatian adalah akun @nouzzha_kim. Dalam komentarnya, akun tersebut menulis: “Yuriz orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akhlak tapi pengin rumah sakit istimewain. Delapan jam sangat-sangat wajar apalagi kalau itu RS rujukan nasional.”

Dugaan bahwa pemilik akun bekerja di lingkungan rumah sakit muncul dari bio Instagram yang terhubung, yang bertuliskan “Part of General Hospital of Regional.” Warganet kemudian menelusuri dan mengungkap identitas di balik @nouzzha_kim. Nama aslinya disebut Norma Zahara (atau Norma Jahara), yang merupakan tenaga kesehatan atau admin di RSUD dr. Soekardjo, Tasikmalaya.

Situasi semakin memanas setelah keluarga Yurizal mengungkap bahwa ia meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, menulis di kolom komentar bahwa kematian itu diduga terkait keterlambatan penanganan karena kondisi yang sudah sangat gawat. “Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin karena terlambat RS tangani karena sudah gawat banget. Maafin sepupu saya kalau curhat begini di Threads… Sudah ya, jangan ada hate lagi di sini,” tulisnya.

Sahabat almarhum juga mengungkapkan bahwa Yurizal sempat merasa sedih dan menangis setelah membaca komentar-komentar negatif tersebut, yang diduga memperburuk kondisinya. Kasus ini memicu kemarahan warganet dan perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang menyoroti komentar nirempati dari terduga nakes.

Menanggapi kecaman, pemilik akun @nouzzha_kim dilaporkan menyampaikan permintaan maaf melalui video yang beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan klarifikasi dan penyesalan atas komentar yang dinilai tidak berempati.

Video permintaan maaf dari pemilik akun nouzzha_kim. pic.twitter.com/NiQmqPPoyn

— keritingrambut 𐂂 (@bgkiting) August 5, 2026 >
Kasus ini tidak hanya menyoroti antrean panjang di rumah sakit rujukan dan tantangan sistem BPJS, tetapi juga etika bermedia sosial di kalangan tenaga kesehatan. Sejumlah akun lain yang diduga milik dokter dan nakes juga turut dikecam dan sebagian telah meminta maaf secara terbuka. Publik dan pihak terkait terus menantikan tindak lanjut, termasuk kemungkinan somasi atau proses hukum dari pihak keluarga dan pendukung almarhum.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google