GELORA.CO - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memerintahkan pengecekan kesahatan kepada setiap relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang bertugas.
Perintah itu bertujuan mencegah penularan penyakit lewat makanan yang disajikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Hal itu disampaikan Sudaryono merespons viral pemberitaan yang menyebut relawan dapur MBG bekerja dalam keadaan sakit.
"Ada juga di sosial media atau di media barangkali juga diberitakan adanya relawan atau pegawai yang bekerja di dapur, ya itu ada yang ditemukan dalam kondisi sakit," katanya di Kantor BGN Pusat, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Karena itu, BGN akan menerapkan pemeriksaan kesehatan bagi semua relawan dan petugas di dapur MBG.
Pengecekan terhadap relawan dapur MBG dilakukan secara gratis.
"Jadi secara khusus BGN akan memerintahkan ke seluruh jajaran yang bekerja di dapur itu untuk kemudian melakukan cek kesehatan gratis untuk tahu kondisi kesehatannya," jelasnya.
Setiap hari relawan yang bertugas di dapur MBG akan dicek kesehatan. Jika dalam kondisi sakit, maka relawan tidak diperkenankan bekerja di dapur MBG.
"Dan juga kami sudah memerintahkan ke seluruh dapur, sebelum memulai pekerjaan, seluruh karyawan, seluruh pegawai, seluruh relawan harus dicek suhunya. Ditanya apakah Anda diare, sakit perut, dan lain-lain, itu keluhannya disampaikan. Manakala sakit, maka saya minta untuk diliburkan," papar dia.
Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.
Menurutnya, makanan dapat terkontaminasi penyakit yang diderita relawan dapur MBG.
"Jadi kami strict di situ. Karena ada beberapa keluhan, katanya ada yang sakit tapi tidak ngaku, ternyata sakit. Nah itu bisa menulari orang di dapur itu dan juga mengkontaminasi makanan yang kemudian dibagikan kepada penerima manfaat," ujar Sudaryono. ***
