Gempa Susulan Terus Mengguncang NTT, BMKG Catat 37 Kali Usai Gempa M 7 -->

Gempa Susulan Terus Mengguncang NTT, BMKG Catat 37 Kali Usai Gempa M 7

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO– Aktivitas gempa susulan masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 37 gempa susulan hingga pukul 07.07 WIB. Magnitudo gempa susulan berkisar antara 3,6 hingga 6,2.

“Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa,” demikian keterangan BMKG dalam siaran langsung, Sabtu (15/8/2026).

Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2. Kondisi ini membuat BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa berikutnya.

BMKG juga mengingatkan warga agar tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan akibat guncangan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi,” jelas BMKG.

Peringatan Tsunami Berakhir

Di tengah aktivitas gempa susulan, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan setelah gempa utama terjadi.

“Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun X.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB. Episenternya berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dan sebelumnya memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, rangkaian gempa susulan masih berlangsung. BMKG meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan di sekitar mereka

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google