Gempa NTT Tewaskan 6 Orang di Manggarai Timur, Warga Masih Mengungsi di Gunung -->

Gempa NTT Tewaskan 6 Orang di Manggarai Timur, Warga Masih Mengungsi di Gunung

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Sedikitnya enam warga di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa Magnitudo (M) 7,7 ini berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman mengatakan, data enam korban meninggal dunia tersebut merupakan laporan awal yang diperoleh dari para kepala desa di wilayahnya.


"Untuk sementara yang sudah pasti ada 6 orang meninggal dunia. Ini berdasarkan hasil konfirmasi langsung kami dengan para kepala desa," ujar Agustinus, Sabtu (15/8/2026).

Agustinus mengatakan jumlah korban meninggal dunia masih berpotensi bertambah. Sebab, sejumlah warga diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat kuatnya guncangan gempa.


Proses pendataan korban juga terkendala kondisi di lapangan. Aliran listrik padam total, sementara jaringan telekomunikasi terputus di sejumlah titik.

Cuaca mendung turut menyulitkan pemantauan di beberapa desa yang hingga kini belum dapat dihubungi. Kondisi tersebut membuat pemerintah kecamatan kesulitan memperoleh data terbaru terkait korban dan kerusakan.


Hingga kini, pemerintah kecamatan juga belum dapat memastikan identitas enam korban tewas tersebut.

"Kami belum bisa mengidentifikasi para korban karena saat ini posisi kami semua sedang mengungsi ke gunung. Langkah ini diambil menyusul peringatan dini tsunami dari BMKG," katanya.


Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara bersama warga saat ini mengungsi ke wilayah pegunungan untuk mengantisipasi potensi tsunami. Langkah tersebut dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa NTT M7,7.

Pemerintah kecamatan juga telah mengeluarkan imbauan agar seluruh warga yang tinggal di kawasan pesisir segera meninggalkan rumah dan bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi.


Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan BMKG selama proses penanganan bencana berlangsung

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google