Bukan Orang Sembarangan, Pemilik Senpi di Sekolah Jaksel Direktur Perusahaan Impor Airsoft Gun -->

Bukan Orang Sembarangan, Pemilik Senpi di Sekolah Jaksel Direktur Perusahaan Impor Airsoft Gun

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Polisi mengungkap identitas pemilik satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge yang ditemukan di lingkungan yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Senjata tersebut diketahui tercatat atas nama pria berinisial DS. Polisi menyebut DS merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin, perusahaan yang bergerak dalam impor senjata angin dan airsoft gun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan identitas tersebut diketahui setelah polisi melakukan penelusuran terhadap kepemilikan senjata. Dari penelusuran itu, DS diketahui memiliki posisi sebagai direktur di perusahaan tersebut. “LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Namun, polisi menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia sejak 2020. Kondisi tersebut membuat senjata yang tercatat atas namanya kini diamankan untuk ditelusuri lebih lanjut, termasuk riwayat penguasaan senjata setelah pemiliknya meninggal. “Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” ujar Budi.

Nama PT Lokta Karya Perbakin juga muncul dalam penelusuran terhadap 995 pucuk airsoft gun yang ditemukan di lokasi yang sama. Alhadid Endar Putra selaku kuasa hukum mantan ketua yayasan berinisial IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin menyatakan ratusan airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaan. Menurut dia, senjata-senjata tersebut disimpan di gudang sekolah dalam kaitan dengan kegiatan olahraga menembak.

Pihak IWD menyampaikan versi bahwa ratusan airsoft gun tersebut merupakan barang yang diimpor secara legal melalui perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor. Menurut keterangan pihak IWD, proses impor disebut telah berlangsung sejak 2008 dan barang tersebut dipersiapkan untuk kebutuhan atlet Perbakin serta rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak. Barang-barang itu kemudian disebut terbengkalai di gudang setelah sosok yang berkaitan dengan pengelolaannya meninggal dunia.

Alhadid juga menyatakan ratusan airsoft gun tersebut resmi dan memiliki dokumen perizinan. Ia mengaku telah memperlihatkan dokumen yang dimaksud kepada kepolisian ketika dimintai penjelasan mengenai asal-usul barang. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan legalitas serta riwayat penyimpanan seluruh senjata yang ditemukan.

Di sisi lain, pihak sekolah memberikan keterangan berbeda mengenai klaim penggunaan senjata untuk kegiatan ekstrakurikuler. Kuasa hukum pihak sekolah Hermawanto mengatakan tidak terdapat ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut. Perbedaan keterangan ini menjadi salah satu bagian yang masih perlu didalami dalam penyelidikan.

Temuan senjata terungkap setelah terjadi sengketa kepengurusan yayasan yang membuat pihak sekolah memperoleh akses ke ruangan mantan ketua yayasan IWD. Setelah ruangan dibuka, pihak sekolah menemukan ratusan senjata berbagai jenis yang kemudian dilaporkan kepada aparat. Polisi kini juga berencana memeriksa IWD untuk menelusuri asal-usul, kepemilikan, serta alasan penyimpanan senjata di lingkungan sekolah.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google