Dua Prajurit AS Tewas Akibat Serangan Rudal Iran ke Pangkalan di Yordania

Dua Prajurit AS Tewas Akibat Serangan Rudal Iran ke Pangkalan di Yordania

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
Pusat Komando AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa dua prajurit mereka tewas pada Jumat (17/7/2026) akibat serangan rudal dan drone Iran ke pangakalan militer di Yordania. Satu prajurit lain dilaporkan masih hilang. 

Empat prajurit AS juga dievakuasi ke rumah sakit di Yordania dan telah dibebastugaskan. "Personel lain yang dievaluasi mengalami luka ringan telah kembali bertugas," demikian pernyataan resmi CENTCOM, pada Ahad (19/7/2026) dini hati WIB.

Menghormati keluarga korban, CENTCOM akan merahasiakan identitas prajurit yang tewas dan terluka hingga 24 jam setelah kerabat diinformasikan. 

Sebelumnya, pasukan militer Iran menyebut telah menghancurkan setidaknya dua pesawat jet tempur Amerika Serikat (AS) dalam serangan terbaru rudal dan drone terhadap pangkalan udara di Yordania pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Satu dermaga di sekitar pangkalan udara itu juga diserang.

"Pasukan udara IRGC, untuk membalas kejahatan musuh Amerika tadi malam, telah melaksanakan gelombang ke-20 Operasi Nasr 2 dan melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap hangar jet tempur dan area parkir Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania. Setidaknya dua pesawat jet tempur dan tiga pesawat AS lainnya hancur lebur," kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan yang disiarkan IRIB.

Selain itu, IRGC menyatakan juga telah menyerang dermaga pendukung untuk pengisian bahan bakar di sebuah pelabuhan Kuwait yang digunakan Angkatan Laut AS.

"Dalam gelombang ke-19 Operasi Nasr 2, drone dan rudal menghantam dermaga pendukung bahan bakar Angkatan Laut AS di Pelabuhan Al Ahmadi," kata IRGC.

Serangan tersebut juga diarahkan ke titik pengerahan pesawat tempur di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, dengan IRGC menyebut serangan itu sebagai balasan terhadap agresi tadi malam.

Sejak 8 Juli lalu, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim operasi tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran pun melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah. Kemudian, pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menegaskan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tak lagi berlaku.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google