Calon Manajer KDMP Pegang Senjata saat Latsarmil, Dudung: Misal Terjadi Perang, Rakyat Sudah Bisa

Calon Manajer KDMP Pegang Senjata saat Latsarmil, Dudung: Misal Terjadi Perang, Rakyat Sudah Bisa

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
  Beredar rekaman video memperlihatkan sejumlah peserta Pelatihan Dasar Militer atau Latsarmil Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang berlatih dilengkapi dengan senjata.

Para calon manajer koperasi itu tampak berdiri berbaris kemudian berlatih menembak layaknya personel militer.

Kepala Staf Kepresiden Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan komentarnya.

Dia menilai kegiatan seperti itu wajar terjadi dalam latihan berbasis militer.

Pak Dudung yang merupakan mantan prajurit militer dengan jabatan terakhirnya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu mengaku juga pernah mendapatkan pelatihan seperti itu.

Menurutnya, di awal dia sempat bingung dengan pelatihan dasar militer untuk para calon manager koperasi tersebut. Namun, masing-masing satuan punya cara latihan yang berbeda, tetapi masih sesuai dengan gaya militer.

"Saya juga seorang militer. Awalnya saya berpikir latihan model apa ini. Masing-masing satuan kan berbeda-beda rupanya. Saya juga awalnya 'kok ada latihan seperti ini', tetapi pendidikan militer itu rata-rata seperti itu," kata Dudung di Sumedang, Selasa (30/6/2026).

Dudung menjelaskan, berlatih dengan senjata merupakan materi dasar dalam pendidikan militer. Ia menilai, para peserta Latsarmil itu tengah dikenalkan dengan penggunaan senjata.

"Pendidikan dasar militer waktu saya lulus SMA masuk Akademi Militer, dasar kemiliteran ya seperti itu. Karena memang menganut sistem pertahanan rakyat semesta. Jadi, ada komponen utama, ada komponen cadangan, dan komponen pendukung. Komponen pendukung itu salah satunya adalah rakyat," ujarnya.

Menurutnya, di beberapa negara tetangga sudah diterapkan wajib militer bagi warga sipil, dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan negara. Namun, hal itu berbeda dengan Indonesia.

Di Indonesia, hanya untuk masyarakat tertentu yang bisa ikut pendidikan militer, salah satunya peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih.

"Kalau di luar negeri itu akan ada wajib bela negara, ada wajib militer. Kalau kita (Indonesia) tidak. Makanya sudah mulai ada undang-undang yang mengatur tentang bela negara dan dilatih. Karena kalau sistem pertahanan rakyat semesta itu, ke depan kalau misalnya terjadi perang, rakyat sudah bisa dipesersenjatai," tuturnya.

Dia pun memastikan para peserta latsarmil yang terlihat membawa senjata dalam video itu murni hanya untuk pengenalan saja.

"Menurut saya pengenalan awal saja. Tidak kemudian akhirnya bagaimana mengatasi hambatan, mengatasi musuh, mengejar musuh, itu khusus militer. Kalau ini pengenalan, ketika nanti ada perang, rakyat dilibatkan, dia sudah terampil," tuturnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google