GELORA.CO - Peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) menyita perhatian publik setelah momen interaksi antara Presiden Prabowo Subianto dan massa buruh menjadi viral di media sosial.
Saat menyampaikan pidato di hadapan ribuan buruh yang memadati Monas, Presiden Prabowo sempat membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang langsung memicu respons keras dari para pekerja.
Singgung Anggaran Perlindungan Sosial Besar-besaran
Dalam pidatonya, Prabowo terlebih dahulu menyoroti komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial. Ia menyebut bahwa tahun ini pemerintah menggelontorkan anggaran perlindungan sosial hingga Rp500 triliun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kita juga memberi perlindungan sosial yang sangat besar. Tahun ini kita beri perlindungan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah sebesar Rp500 triliun,” ujar Prabowo. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya tahan ekonomi masyarakat rentan.
Prabowo Tanya Manfaat MBG, Buruh Jawab “Tidak!”
Selanjutnya, Prabowo menyinggung program andalan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia pun langsung mengajukan pertanyaan kepada massa buruh yang hadir.
“Kita juga memberi MBG. Saya bertanya, MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo.
Momen itu sontak menjadi sorotan karena respons massa buruh yang serentak dan lantang: “Tidaaaaaaak!”
Banyak pihak menilai respons tersebut mencerminkan trauma masyarakat terhadap kasus keracunan makanan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan program MBG di lapangan. Salah satu kasus terbaru adalah keracunan puluhan siswa SD di Kabupaten Jeneponto setelah mengonsumsi menu ikan busuk dari program tersebut.
Prabowo Tetap Promosikan Manfaat Ekonomi MBG
Meski mendapat respons negatif dari massa buruh, Prabowo tetap menjelaskan pentingnya program MBG. Ia menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar pemenuhan gizi anak, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional.
“MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang. Dengan MBG ekonomi kita hidup di mana-mana,” tutur Prabowo.
Ia menambahkan, “Rakyat butuh telur, daging, sayur, susu, ikan, ekonomi kita hidup, petani-petani kita dapat penghasilan. Uang ini semua beredar, Indonesia tambah kuat dan sejahtera.”
Peristiwa ini langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di berbagai platform media sosial, mencerminkan adanya kesenjangan persepsi antara harapan pemerintah dan tuntutan langsung para buruh di lapangan.
