GELORA.CO - Video yang diunggah oleh konten kreator @herian an viral di media sosial dan memicu perdebatan publik soal realisasi program makanan bergizi di sekolah.
Dalam video tersebut, kreator mewawancarai seorang siswa terkait menu makanan yang diterima.
Saat ditanya apakah ada menu daging sapi, siswa itu menjawab singkat, “Keseringan telur." ujar siswa tersebut.
Jawaban tersebut langsung menarik perhatian.
Kreator kemudian kembali bertanya“Saya tanya satu minggu itu daging sapinya berapa kali?”
Siswa itu pun menjawab jujur, “Kadang sebulan dua bulan sekali.” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena dinilai berbanding terbalik dengan janji yang sebelumnya disampaikan oleh Dadan selaku Ketua BGN kepada Presiden Prabowo.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Kalau masak daging sapi, satu ekor sapi satu hari dipotong untuk satu SPPG.”
Tak hanya itu, Dadan juga menyebut bahwa jika target 19 ribu SPPG tercapai di akhir tahun.
Maka kebutuhan daging sapi bisa mencapai 19 ribu ekor per hari untuk mendukung program makanan bergizi.
Namun fakta di lapangan seperti yang diungkap siswa dalam video tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Perbedaan antara janji dan realisasi menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai hal tersebut.
Nama Dadan pun terus menjadi sorotan publik seiring viralnya video tersebut.***
