GELORA.CO - Atlet Mixed Martial Arts (MMA) Hendrikus Rahayaan (HR) ditangkap Polisi usai membunuh Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Nus Kei dibunuh saat tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku.
Peristiwa penikaman Nus Kei terjadi sesaat setelah dirinya tiba di bandara itu dari Jakarta pada Minggu (19/4/2026) jelang siang.
Polisi pun menangkap dua orang usai penusukan tersebut yakni atlet MMA Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan.
Sosok salah satu pembunuh Nus Kei itu menjadi sorotan lantaran bukan orang biasa melainkan seorang atlet.
Di akun instagramnya, Hendrikus Rahayaan kerap membagikan kegiatannya sebagai seorang atlet MMA.
Hendrikus juga memastikan bahwa dirinya bukan petarung jalanan melainkan olahragawan.
Bahkan di unggahan terakhirnya, Hendrikus sempat mengajak pengikutnya di Instagram untuk bergabung dengan salah satu perkumpulan Muay Thai di Semarang.
“Ayok para pendekar yg sudah lama bertapa maupun yang baru mulai mengembara, gabung dan perkuat teknik dan gaya bertarungmu , bersama BOS MUDA (coach internasional), di CAMP RAMBO MUAY THAI 4294 Semarang Jl.bintoro 3 pummm bakar manyala,” tulis Hendrikus.
Unggahan satu bulan lalu tepatnya pada 9 Maret 2026, Hendrikus bahkan sempat mengaku disuruh mengambil ginjal bintang dengan imbalan Rp1 miliar.
Dia pun mengaku masih pikir-pikir dulu terkait dengan tawaran tersebut.
“Dikasih kerjaan Rp1 Miliar ambil ginjal bintang,”
“Masih pikir-pikir dulu,” tulisnya.
Pada unggahan akhir tahun sebelumnya, Hendrikus juga memperlihatkan bagaimana sosok dirinya.
Dia mengaku menjadi sosok yang baik dengan semua orang. Namun apabila ada orang yang jahat maka dirinya akan menunjukan bisa lebih jahat lagi.
Hendrikus pun menyebut Keluarga Amkei dan RAMBO 4294 Semarang pada unggahannya.
“Kami baik kepada semua orang,
Tapi kalau orang jahat sama kami,
Kami akan tunjukan kalau kamu lebih jahat....
Keluarga AMKEI & RAMBO 4294 SEMARANG,”
Hendrikus juga atlet muaythai dan mahasiswa hukum UNTAG Semarang.
Selama menjadi mahasiswa, Hendirkus sering menjuarai berbagai kompetisi, termasuk meraih medali emas di Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa 2025 dan Semarang Fight Night 4.
Hendrikus dikenal sebagai "Kei Bad Boy," ia aktif bertanding di berbagai ajang bela diri.
Sementara itu Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi mengungkap motif dibalik aksi penikaman pada Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Terkait motif penikaman, AKBP Rian menyebut pelaku menikam Nus Kei karena memiliki dendam lama.
"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," kata AKBP Rian, dilansir Tribun Palu.
Sumber: Wartakota
