Pangi: JK Menistakan Agama Tak Masuk Akal, Dia Tokoh Rekonsiliasi Perdamaian Dunia

Pangi: JK Menistakan Agama Tak Masuk Akal, Dia Tokoh Rekonsiliasi Perdamaian Dunia

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago meyakini Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) tidak menistakan agama. Dia justru menduga ada penumpang gelap di balik pelaporan JK ke polisi.

Dia meragukan tudingan penistaan agama yang dialamatkan kepada JK. Padahal, kata dia, mantan ketua umum Partai Golkar itu merupakan tokoh rekonsiliasi perdamaian dunia.


"Saya ingin mengatakan secara common sense, bagaimana mungkin JK memprovokasi menista agama sementara dialah tokoh rekonsiliasi perdamaian dunia. Itu tidak mungkin menurut saya. Tidak masuk akal, tidak common sense, dan tidak klik dengan kepentingan. Di sini ada penumpang gelap," kata Pangi dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Kisruh, Video Ceramah Dipotong, JK: Saya Difitnah' di iNews, Selasa (28/4/2026).



Dia mempercayai tidak ada yang alamiah dalam politik. Selalu ada yang berperan sebagai arsitektur untuk mendesain atau merencanakan sesuatu untuk kepentingannya.

Pangi pun menyinggung kasus hukum yang pernah menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jelang Pilgub Jakarta beberapa waktu lalu.
 
"Itu sudah menjadi pembelajaran yang maha penting yang mestinya tidak perlu terjadi lagi. Sekarang dipancing-pancing lagi soal persoalan agama. Jadi saya katakan iya, ada penumpang gelapnya. Saya merasakan itu kepentingan politiknya jalan," ujarnya.


Sementara itu, pengacara JK Abdul Haji Talaohu, menduga ada gerakan terpola dalam penyebaran potongan video ceramah kliennya tentang mati syahid. Apalagi, kata dia, potongan video itu diramaikan oleh sejumlah tokoh.

"Saya bilang bahwa ini ada gerakan yang terpola. Ade Armando di Cokro TV. Kemudian di YouTube ada dua orang lagi yang hostnya. Lalu bersamaan Permadi Arya. Lalu muncul juga Grace Natalie mengatakan bahwa Pak JK ini memang agak bermasalah, kayak gitu. Lalu datang Sahat Sinurat," ujar Abdul.


Menurutnya, Ade Armando, Permadi Arya hingga Grace Natalie sengaja memainkan sentimen negatif dalam pernyataan JK perihal mati syahid di potongan video tersebut.

"Sehingga apa yang dilakukan oleh Bung Ade Armando, Permadi Arya, juga kami lihat di Facebook ada Grace Natalie dan yang mereka sengaja memainkan sentimen itu," ucap Abdul

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita