Offside! Saiful Mujani Serukan Makar Jatuhkan Prabowo

Offside! Saiful Mujani Serukan Makar Jatuhkan Prabowo

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Offside! Saiful Mujani Serukan Makar Jatuhkan Prabowo

GELORA.CO -
Pendiri lembaga survei SMRC, Saiful Mujani bikin gaduh gara-gara melontarkan seruan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai seorang akademisi bergelar profesor, pernyataan Saiful dalam potongan video yang viral di media sosial dianggap melampaui batas dan bersifat provokatif.

Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, mengingatkan ada aturan main yang ketat dalam UUD 1945 terkait pemakzulan Presiden.

Dia bilang, pemakzulan harus memenuhi syarat pelanggaran hukum tertentu dan melalui proses yang panjang di lembaga negara.

“Pemakzulan tidak bisa langsung dilakukan, tetapi harus melalui beberapa lembaga negara. Seperti DPR, MK, dan MPR. Dengan demikian tidak mudah secara substantif dan prosedural, apalagi presiden Prabowo didukung oleh mayoritas partai di DPR,” kata Lili kepada Inilah.com, Sabtu (4/4/2026).

Lili menyebut, meski wacana menjatuhkan kepemimpinan selalu ada sejak masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi), langkah tersebut tidak tepat dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Saya sendiri berpendapat bahwa usaha untuk menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan bukanlah hal yang baik. Dalam sistem presidensial di Indonesia, jabatan pemerintah itu fixed lima tahun dan harus tetap berjalan selama periode tersebut,” jelas Lili.

Kegaduhan ini bermula saat video ceramah pendiri SMRC, Saiful Mujani, viral di media sosial. Dalam potongan video yang diunggah akun @leveenia, Saiful dianggap offside karena melontarkan narasi provokatif. Akun tersebut menyayangkan bahasa provokator yang keluar dari mulut seorang profesor.

Dalam video itu, Saiful blak-blakan menyebut prosedur formal seperti pemakzulan tidak akan efektif menghadapi Prabowo.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.

Ia melanjutkan bahwa menjatuhkan presiden adalah satu-satunya jalan keluar. “Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful. Namun, Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, langsung pasang badan membela bosnya. Ia mengeklaim video tersebut hanya potongan yang sengaja disebar untuk menggiring opini.

“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman.

Saidiman membantah keras jika Saiful disebut mengajak makar. Menurutnya, mengkritik pemerintah adalah hal yang sah.

“Nggak lah (bukan ajakan makar). Dalam tingkat tertentu, menjatuhkan pemerintah yang melanggar Konstitusi juga bisa dilakukan dalam sistem demokratis,” ujarnya menambahkan.

SMRC meyakini ada pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memotong video tersebut. Menurut Saidiman, video yang beredar di media sosial adalah potongan-potongan video yang diunggah oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Sumber: inilah
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita