Misi Manusia Kembali ke Bulan Setelah 50 Tahun, NASA Luncurkan Artemis II

Misi Manusia Kembali ke Bulan Setelah 50 Tahun, NASA Luncurkan Artemis II

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Misi Manusia Kembali ke Bulan Setelah 50 Tahun, NASA Luncurkan Artemis II

GELORA.CO -
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (1/4/2026). Misi ini menandai perjalanan pertama manusia menuju orbit Bulan dalam 53 tahun terakhir.

Peluncuran ini bukan sekadar uji coba teknologi, melainkan langkah AS dalam perlombaan ruang angkasa melawan China untuk kembali menguasai permukaan satelit alami Bumi tersebut.

Misi Artemis II tersebut mengirim Roket Space Launch System (SLS) setinggi 32 lantai yang membawa kapsul kru Orion meluncur tepat sebelum matahari terbenam. 

Di dalamnya, empat astronaut memulai ekspedisi selama 10 hari yang akan membawa mereka melintasi jarak 406.000 km ke luar angkasa.

Angka tersebut akan memecahkan rekor penerbangan luar angkasa terjauh yang sebelumnya dipegang oleh kru Apollo 13 pada 1970 yang sekitar 400.000 km.

Administrator NASA Jared Isaacman menegaskan bahwa peluncuran ini adalah babak pembuka bagi ambisi jangka panjang AS.

"Ini adalah tindakan pembuka untuk misi-misi berikutnya yang akan mencakup pembangunan pangkalan Bulan untuk mendukung kehadiran abadi yang ingin kita ciptakan di permukaan," ujar Isaacman, sebagaimana dilansir Reuters.

Pesan keberangkatan


Kru Artemis II terdiri dari tiga astronaut NASA yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta satu astronaut dari Badan Antariksa Kanada (CSA), Jeremy Hansen. 

Ini adalah pertama kalinya dalam 53 tahun manusia meninggalkan orbit Bumi menuju lingkungan Bulan.

Sesaat sebelum lepas landas, suasana haru sekaligus bangga menyelimuti komunikasi radio. 

Jeremy Hansen sempat memberikan pesan singkat dari dalam kapsul Orion.

"Ini Jeremy, kami pergi demi seluruh umat manusia," ujarnya.

Direktur peluncuran, Charlie Blackwell-Thompson, memberikan pesan keberangkatan yang emosional kepada keempat astronaut.

"Reid, Victor, Christina, dan Jeremy, dalam misi bersejarah ini Anda membawa serta hati tim Artemis, semangat berani rakyat Amerika dan mitra kami di seluruh dunia, serta harapan dan impian generasi baru. Semoga sukses, godspeed, Artemis II. Mari kita berangkat," pesannya.

Beberapa jam setelah peluncuran, tahap atas roket SLS berhasil terpisah dari kapsul Orion. 

Kru segera memulai tugas teknis penting yakni mengemudikan pesawat ruang angkasa secara manual di sekitar tahap atas roket. 

Hal ini dilakukan untuk menguji kemampuan manuver Orion jika sistem kendali otomatis mengalami kegagalan.

Keberhasilan ini juga menjadi validasi penting bagi kontraktor utama, Boeing dan Northrop Grumman, setelah satu dekade pengembangan roket SLS yang penuh tantangan. 

Di sisi lain, keberhasilan ini memberikan angin segar bagi NASA yang tahun lalu sempat kehilangan sekitar 20 persen tenaga kerjanya akibat upaya perampingan federal.

Presiden AS Donald Trump turut memberikan apresiasi dalam pidato nasionalnya.

"Sangat luar biasa. Mereka sedang dalam perjalanan dan Tuhan memberkati mereka, mereka adalah orang-orang yang pemberani. Tuhan memberkati keempat astronaut yang luar biasa itu," kata Trump.

Mengejar target di Kutub Selatan Bulan


Meskipun Artemis II hanya melintasi orbit Bulan tanpa mendarat, misi ini adalah "geladi bersih" krusial sebelum NASA mendaratkan manusia di Kutub Selatan Bulan pada misi Artemis IV yang ditargetkan pada 2028.

Langkah ini dianggap mendesak karena China juga merencanakan misi berawak ke wilayah yang sama pada tahun 2030. 

Saat ini, perusahaan swasta milik Elon Musk (SpaceX) dan Jeff Bezos (Blue Origin) tengah berlomba mengembangkan kendaraan pendarat yang akan digunakan astronaut untuk benar-benar menginjakkan kaki di tanah Bulan.

Terakhir kali manusia berjalan di Bulan adalah pada tahun 1972 melalui misi Apollo 17, sebuah prestasi yang hingga kini baru dicapai oleh AS.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita