GELORA.CO -Seruan penggulingan Presiden Prabowo Subianto yang dilontarkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof. Saiful Mujani mendapat sorotan dari aktivis senior M. Hatta Taliwang.
Menurut Hatta, Saiful Mujani gelisah dengan ide kembali ke UUD 18 Agustus 1945 yang mulai bergema di era pemerintahan Prabowo.
“Bisa dimaklumi karena kalau sistem Pilpres menurut UUD 45 (asli) 18 Agustus 1945, Pilpres dilangsungkan dengan sistem perwakilan musyawarah di MPR yang ada utusan golongan, utusan daerah dan anggota DPR sebagai wakil partai,” kata Hatta dikutip dalam akun Facebook pribadinya, Rabu malam, 29 April 2026.
Lanjut dia, jika Pilpres berlangsung di MPR maka banyak lembaga survei dan konsultan politik tidak laku.
“MPR merupakan penjelmaan rakyat dan lembaga tertinggi negara, maka lembaga survei dan konsultan politik tidak punya peran lagi. Piring Pecah. Maka tak heran kalau ada yang menjerit,” pungkasnya.
Sebelumnya, gagasan kembali ke UUD 1945 naskah asli pernah dilontarkan Prabowo pada 2019. Bahkan, amanat AD/ART Gerindra jelas menyebut adanya komitmen dari partai yang dipimpin Prabowo untuk menegakkan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945
Sumber: RMOL
