GELORA.CO - Polemik pelaporan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) semakin ramai setelah terungkap identitas pelapor utama. Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, yang melaporkan JK ke Polda Metro Jaya, diketahui merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sahat Martin Philip Sinurat dilaporkan menjabat sebagai Ketua Bidang Ideologi DPP PSI periode 2025–2030. Banyak pihak menyebutnya sebagai “anak buah” Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, meski belum ada konfirmasi resmi dari PSI mengenai hubungan struktural tersebut.
Pelaporan terhadap Jusuf Kalla dilakukan oleh DPP GAMKI bersama sejumlah organisasi Kristen lainnya pada 12 April 2026. Mereka melaporkan JK atas pernyataan dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu yang menyebut istilah “mati syahid” dalam konteks konflik Poso dan Ambon tahun 2000-an. Para pelapor menilai pernyataan tersebut menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/2547/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya dan dua laporan serupa lainnya.
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menanggapi bahwa sebaiknya para pelapor mengkaji konteks ceramah JK secara utuh. Menurutnya, inti pesan JK adalah upaya mendamaikan dua pihak yang bertikai, bukan pernyataan yang memprovokasi. JK sendiri disebut terbuka untuk berdialog dengan para pelapor.
Terungkapnya latar belakang Sahat Martin sebagai kader PSI langsung menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan motif pelaporan, apakah murni atas nama organisasi keagamaan atau ada unsur politik di baliknya.
Hingga berita ini diturunkan, PSI maupun Kaesang Pangarep belum memberikan komentar resmi terkait isu ini.
