GELORA.CO - - Israel dilaporkan khawatir Amerika Serikat (AS) memilih jalur damai dengan Iran sebelum tujuan militer tercapai. Kekhawatiran ini membuat pemerintah Israel mendesak AS untuk melanjutkan perang, bahkan mempercepat serangan darat, alih-alih membuka negosiasi.
Media Israel Maariv mengungkap, para pejabat Israel menekan Presiden AS Donald Trump agar tidak terburu-buru berdamai dengan Iran. Mereka menilai kesepakatan
Israel bahkan mendorong dilakukannya serangan darat singkat namun intensif sebelum pembicaraan damai dimulai.
“Operasi singkat dan intensif melibatkan pasukan darat,” demikian laporan Maariv, dikutip Kamis (2/4/2026).
Kekhawatiran ini muncul di tengah sinyal yang berubah-ubah dari Trump terkait arah konflik, antara melanjutkan eskalasi atau membuka negosiasi. Para pejabat Israel menilai ketidakpastian tersebut berpotensi mengakhiri perang sebelum target strategis tercapai.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga secara terbuka mendorong kelanjutan operasi militer. Dia menyebut perang telah melewati setengah jalan dalam mencapai tujuan, meski belum dalam hal waktu. Dia juga mendesak Trump untuk tidak terpengaruh tekanan publik yang menentang perang.
Dalam perhitungan Israel, ada dua opsi utama yang sedang dipertimbangkan AS. Pertama, melanjutkan perang dengan meningkatkan serangan terhadap target strategis Iran, termasuk infrastruktur energi seperti Pulau Kharg dan ladang gas South Pars.
Opsi kedua adalah membuka negosiasi untuk membatasi program rudal dan nuklir Iran tanpa menghancurkan seluruh kemampuan militernya. Namun, sumber-sumber pejabat Israel menyebut Netanyahu dan lingkaran dekatnya lebih memilih opsi militer.
“Mencapai kesepakatan sekarang akan menjadi kemenangan nyata bagi Iran,” kata seorang sumber, seraya memperingatkan bahwa kesepakatan damai bisa memperkuat posisi rezim Iran, termasuk kemungkinan pencabutan sanksi dan bantuan rekonstruksi.
Laporan tersebut juga menyebut, Israel tidak akan mengerahkan pasukan darat ke Iran, namun siap memberikan dukungan penuh jika AS memutuskan melancarkan operasi tersebut.
Dengan tenggat waktu yang dikabarkan diberikan kepada Iran hingga 6 April untuk membuka kembali Selat Hormuz, tekanan Israel terhadap AS diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan
Sumber: inews
