Iran Murka Kapalnya Ditembak AS di Selat Hormuz: Ini Pembajakan dan Langgar Gencatan Senjata!

Iran Murka Kapalnya Ditembak AS di Selat Hormuz: Ini Pembajakan dan Langgar Gencatan Senjata!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Angkatan Laut (AL) AS menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di dekat Selat Hormuz. Teheran mengecam keras aksi itu sebagai pelanggaran gencatan senjata dan mengancam akan membalas.

AS menyerang kapal kargo berbendera Iran itu, Minggu (18/4/2026). Insiden ini menjadi yang pertama sejak Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pekan lalu.


Dilansir dari AP, Senin (20/4/2026), komando militer gabungan Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pembajakan sekaligus pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlangsung dan berakhir dalam beberapa hari.

Presiden AS Donald Trump dalam postingannya di media sosial mengatakan, kapal perusak rudal AL AS di Teluk Oman telah memperingatkan sebelum akhirnya melumpuhkan kapal bernama Touska itu dengan menghancurkan ruang mesinnya. Pasukan Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut dan memeriksa muatannya.


Hingga kini, belum ada kepastian mengenai apakah ada korban dalam insiden itu. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pihaknya telah memberikan peringatan selama enam jam sebelum menindak tegas terhadap kapal Iran.

Dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz dan gencatan senjata yang akan berakhir Rabu nanti, rencana kelanjutan perundingan baru antara AS dan Iran menjadi tidak jelas. Ketidakpastian tersebut menyebabkan harga minyak kembali naik dan krisis energi global terancam akan semakin memburuk. 


Trump sebelumnya mengumumkan negosiator AS akan menuju Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan. Namun, media pemerintah Iran mengisyaratkan perundingan tersebut kemungkinan tidak akan berlangsung.


Beberapa menit pascapengumuman penyitaan kapal di Selat Hormuz, media pemerintah Iran melaporkan percakapan telepon Presiden Masoud Pezeshkian dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Minggu pagi. Tindakan AS disebut sebagai intimidasi dan perilaku tidak masuk akal.

Pezeshkian mengatakan, tindakan itu meningkatkan kecurigaan, AS akan mengulangi pola sebelumnya dan mengkhianati diplomasi. Diketahui, dua upaya pembicaraan sebelumnya pada Juni lalu dan awal tahun ini juga terganggu karena serangan AS dan Israel.


Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam panggilan telepon kepada Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar. Dia menyebut langkah Washington menunjukkan niat buruk dan kurang serius dalam bernegosiasi

Sumber: inews 
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita