Hensat Ingatkan Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Oposisi, Tapi dari Dalam

Hensat Ingatkan Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Oposisi, Tapi dari Dalam

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Hensat Ingatkan Ancaman Terbesar Prabowo Bukan dari Oposisi, Tapi dari Dalam Koalisi

GELORA.CO - 
Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai ancaman terbesar bagi Presiden Prabowo Subianto bukan berasal dari kelompok oposisi, melainkan dari dalam koalisi pemerintahan itu sendiri.

Hal itu disampaikan Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, kepada wartawan pada Rabu, 15 April 2026.

Hensa menilai koalisi pendukung Prabowo terlihat terlalu tenang dan selalu menunjukkan dukungan di permukaan. Namun, ia mengingatkan situasi itu bisa berubah sewaktu-waktu jika ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana.

“Koalisinya terlalu tenang. Kelihatannya selalu ‘hidup Prabowo, hidup Prabowo’, tapi hati-hati, sekali ada hal yang tidak berjalan baik, mungkin mereka akan menyalip di tikungan,” kata Hensa.

Hensa yang juga dosen di Universitas Paramadina Jakarta ini pun menyebut program-program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai titik rawan yang berpotensi melemahkan posisi Prabowo, apabila implementasinya bermasalah di masyarakat.

Terkait spekulasi yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di balik tekanan terhadap Prabowo, Hensa menyatakan narasi tersebut tidak berdasar. Ia menilai Gibran hingga kini masih bersikap tenang dan tidak menunjukkan indikasi ke arah itu.

Hensa juga menilai Prabowo menyadari adanya pihak yang menginginkan dirinya lengser sebelum masa jabatan berakhir. Kesadaran itu tercermin dari pernyataan publik Prabowo yang kerap mempersilakan pihak yang tidak puas untuk menunggu Pemilu 2029.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita