GELORA.CO -Gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendapat sorotan.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyoroti pentingnya komunikasi dalam birokrasi.
“Kalau komunikasi tidak tepat, bisa menimbulkan tafsir yang berbeda. Itu yang sering terjadi,” kata Agus, dikutip Senin 20 April 2026.
Agus menilai, penyampaian pesan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat.
Sorotan terhadap Dody menguat setelah dalam beberapa pekan terakhir Menteri PU itu melontarkan sejumlah pernyataan yang menuai kontroversi. Salah satunya terkait isu loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memicu perdebatan luas.
Tak hanya itu, Dody juga menyinggung soal loyalitas ASN terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa aparatur yang tidak sejalan dengan kepemimpinan sebaiknya mempertimbangkan untuk mundur dari status ASN.
Sebelumnya, Dody juga sempat menjadi sorotan terkait pernyataannya mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut adanya potensi kerugian negara hingga hampir Rp3 triliun dalam sejumlah proyek.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Dody membentuk Tim Lidi Bersih guna menelusuri dugaan penyimpangan dan memperbaiki tata kelola proyek. Namun dalam perkembangannya, nilai potensi kerugian tersebut mengalami penyesuaian, dari Rp3 triliun menjadi Rp1 triliun, hingga akhirnya berada di kisaran Rp600 miliar.
Anehnya, Dody belakangan mengaku tidak mengikuti secara rinci perkembangan tim tersebut dan menyarankan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Inspektorat Jenderal.
Sumber: RMOL
