GELORA.CO -Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengumumkan rencana blokade terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai Senin, 13 April 2026.
Kebijakan tersebut diambil menyusul gagalnya perundingan damai antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan di hari Sabtu, 11 April 2026.
Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa blokade akan mencakup seluruh aktivitas pelayaran internasional yang menuju maupun meninggalkan seluruh pelabuhan Iran di kawasan Teluk dan Teluk Oman.
“Blokade tersebut akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran," demikian pernyataan CENTCOM, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Namun Washington memberikan pengecualian terbatas terhadap jalur strategis internasional, seperti Selat Hormuz.
“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran," demikian penegasan militer AS, yang sekaligus meredam spekulasi penutupan total jalur tersebut.
Di sisi lain, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merespons keras keputusan AS dan menyatakan siap menghadapi setiap bentuk tekanan militer.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa kapal militer asing yang mendekati wilayah sensitif akan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.
“Setiap kapal militer yang mendekat akan melanggar gencatan senjata AS-Iran yang seharusnya berlaku hingga 22 April dan ‘akan ditindak tegas’,” demikian peringatan yang disampaikan Iran, menandai meningkatnya tensi di kawasan.
Sumber: RMOL
