GELORA.CO - Penceramah Ustaz Felix Siauw menyindir aktivis pro-Israel Permadi Arya atau yang dikenal dengan nama Abu Janda yang viral diusir dari studio televisi karena dinilai arogan bahkan melontarkan kata-kata makian kepada lawan debatnya.
Felix Siauw mengaku merasa lucu dengan sikap Abu Janda tersebut. Menurutnya, tipikal zionis itu selalu memanipulasi fakta.
"Pagi-pagi belum (salat) dzuhur juga, sudah lihat orang marah-marah di TV. Apasih masalah ini orang ya. Tapi aku lihat tipikal zionis ya gaslighting, lucu banget sih," kata Felix Siauw di akun Instagram miliknya.
Adapun sekadar diketahui, gaslighting adalah istilah dalam psikologi yang berarti cara memanipulasi orang lain agar mereka meragukan fakta, ingatan, atau penilaian mereka sendiri. Biasanya dilakukan dengan menyangkal kejadian, memutarbalikkan fakta, atau membuat korban merasa seolah-olah ia yang salah.
Lebih lanjut Felix Siauw mengatakan, seseorang kalau sudah kalah dalam berdebat, maka dia akan menggunakan ototnya atau akan berbicara keras dan maki-maki untuk menutupi ketidakmampuannya.
"Orang itu kalau sudah pakai otot, artinya otaknya nggak ada. Dan kalau orang sudah ngomong keras, itu artinya di sudah tidak punya argumen, untuk menutupih ketidak adaan argumen tu" ujar Felix Siauw.
Namun begitu, Felix Siauw mengatakan bahwa yang ia bicarakan itu ditujukan untuk siapa saja yang selalu marah-marah ketika berdebat.
"Ngomong siapa sih, ya ini ngomomong ke pada setiap orang, khususnya yang sudah marah-marah. Oh iya ada satu lagi, orang yang suka marah-marah itu bisa jadi kehidupan ranjangnya ngga bagus" kata Feliz sambil tertawa.
Kronologi Abu Janda Dihusir Karena Maki-maki Saat Debat
Aktivis pro-Israel, Permadi Arya alias Abu Janda, diusir dari ruang dialog di salah satu stasiun televisi yang dipandu presenter Aiman Widjaksono baru-baru ini.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah potongan video perdebatan itu beredar luas.
Mulanya, Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menjelaskan alasan Indonesia terus mendukung Palestina karena adanya hubungan sejarah.
"Kalau bilang hutang sejarah, sebenarnya kita punya hutang besar terhadap bangsa Palestina, itu sebabnya seluruh Presiden kita mendukung Palestina," kata Feri Amsari.
Namun pernyataan itu kemudian dipotong oleh Abu Janda. Dengan nada tinggi, ia menyebut narasi tersebut sebagai hoaks. Menurutnya, pada tahun 1945 belum ada negara Palestina.
"Ngga ada, ngga ada hutang sama Palestina, utang apaaan bang, lu jangan ngaco," kata Abu Janda.
Menanggapi hal itu, Feri Amsari menyebut Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami persoalan.
Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.
Melihat situasi diskusi yang semakin tidak kondusif, Feri Amsari kemudian meminta Aiman Widjaksono sebagai pemandu acara untuk mengambil tindakan. Apalagi Abu Janda sesekali menggunakan kata 'anjir' saat debat.
"Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, bang Aiman, omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia" kata Feri.
Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.
"Gak usah lu husir, dengan senang hati, gue pergi" celetuk Abu Janda.
Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran.
"Silahkan, dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan" sindir Feri.
Mendengar dirinya disebut tolol, Abu Janda semakin emosi dan melontarkan makian kepada Feri Amsari.
"Elu yang lebih tolol goblok" kata Abu Janda.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, Aiman Widjaksono akhirnya meminta Abu Janda keluar dari ruang dialog.
"Ngga boleh, ngga boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Kaluar.. kaluar...." terak Aiman dengan lantang. Abu Janda lalu dikeluarkan dari studio.
