Usai Pemimpin Baru Dipilih, Iran Kirim Pesan Keras ke AS dan Israel Lewat Serangan Rudal

Usai Pemimpin Baru Dipilih, Iran Kirim Pesan Keras ke AS dan Israel Lewat Serangan Rudal

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  — Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke Israel dalam rangkaian operasi militer bertajuk “True Promise”.

Serangan terbaru itu ditandai dengan peluncuran rudal gelombang ke-31 yang diarahkan ke wilayah Israel, memicu sirene peringatan bahaya udara meraung di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) merilis rekaman video yang memperlihatkan momen peluncuran sejumlah rudal dari fasilitas militer Iran.

Dalam rekaman tersebut terlihat deretan rudal melesat ke udara secara berurutan pada malam hari, menandai intensifikasi operasi militer yang disebut sebagai bagian dari fase lanjutan Operasi True Promise IV.


Serangan ini merupakan respons langsung Teheran terhadap operasi militer gabungan yang sebelumnya dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Operasi tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas strategis yang diduga terkait dengan kepentingan Iran di kawasan.

Dalam rangkaian serangan balasan Iran kali ini, sasaran tidak hanya terbatas pada wilayah Israel, tetapi juga sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Di Israel, suasana mencekam sempat terjadi ketika sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Tel Aviv pada Senin waktu setempat.

Warga bergegas mencari perlindungan di bunker dan tempat perlindungan darurat, sementara sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal yang melintas di langit kota tersebut.

Militer Israel menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, termasuk sistem intersepsi berlapis yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan negara itu. M



Meski demikian, sejumlah laporan menyebutkan serangan tersebut tetap memicu kepanikan warga serta gangguan aktivitas di beberapa wilayah perkotaan.

Eskalasi konflik ini terjadi di tengah dinamika politik internal Iran setelah Majelis Pakar memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru.



Keputusan tersebut menandai babak baru dalam kepemimpinan politik Iran, sekaligus memperkuat sikap konfrontatif Teheran terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Pengamat menilai peluncuran gelombang rudal terbaru tidak hanya dimaksudkan sebagai respons militer, tetapi juga sebagai pesan politik bahwa Iran tetap siap menghadapi tekanan dari dua sekutu utama di kawasan tersebut.

Konflik yang semakin memanas ini telah menimbulkan korban jiwa.

Dalam serangan sebelumnya yang terjadi setelah operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas.



Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kini berada dalam kondisi yang semakin rapuh.

Komunitas internasional pun kembali menyerukan deeskalasi untuk mencegah konflik meluas menjadi konfrontasi berskala lebih besar yang berpotensi menyeret negara-negara lain di kawasan

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita