Trump Picu Kontroversi Usai Ganti Nama Selat Hormuz Jadi “Selat Trump”

Trump Picu Kontroversi Usai Ganti Nama Selat Hormuz Jadi “Selat Trump”

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump justru melontarkan candaan yang menuai kontroversi dengan menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Trump”.

“Iran harus membuka Selat Trump — maksud saya, Selat Hormuz," ujar Trump, dalam pidatonya di forum Future Investment Initiative, Miami, seperti dikutip dari CNBC, Minggu, 30 Maret 2026. 

Tak berhenti di situ, Trump kemudian melanjutkan dengan nada satir. 




“Permisi. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang mengerikan," ujar Trump. 

Pernyataan tersebut mencuat di tengah pembatasan akses ke Selat Hormuz oleh pemerintah Iran menyusul perangnya dengan AS dan Israel. 

Di sisi lain, Trump sebelumnya juga melontarkan wacana kontroversial dengan mengusulkan pengelolaan bersama selat tersebut antara dirinya dan pemimpin tertinggi Iran sebagai bagian dari solusi konflik. 

Ia bahkan mengklaim Teheran tengah bernegosiasi terkait hal tersebut, meski klaim itu telah dibantah oleh pihak Iran.

Sejumlah laporan media AS juga menyebut Trump mempertimbangkan opsi lebih jauh, termasuk mengambil alih kendali atas selat tersebut dan mengganti namanya menjadi “Strait of America” atau bahkan menggunakan namanya sendiri.

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita